Papua, Bumi Cenderawasih Yang Butuh Perhatian

Tepat di Hari Raya Idul Fitri kemarin, sebuah masjid di Tolikara, Papua dibakar oleh sekelompok Kristen Radikal dengan alasan bahwa sholat Ied-nya mengganggu acara mereka. Wapres JK menyalahkan umat Islam karena memakai speaker, padahal menurut salah satu warga, justru ketika takbiran mereka disumbang 8 buah speaker yang masing-masing nilainya 10jt lebih. Radikalisme Kristen inipun mendapatkan bukti kuat berupa surat edaran yang melarang berbagai kegiatan agama, bukan hanya kegiatan agama Islam, melainkan juga kegiatan agama lain. Termasuk kegiatan dari gereja kristen lain diluar GIDI.

surat-edaran

Dibalik musibah ini, ternyata ada hikmah yang hendak Allah tunjukkan. Selama ini, berbagai kasus seperti pelarangan jilbab, pembatasan dakwah Islam dan berbagai hal seolah-olah berhenti dan menguap begitu saja. Hanya sebatas berita, kemudian kecam mengecam dan beberapa hari kemudian tenang lagi tanpa ada bekas atau tindakan apapun.

tolikara

Tapi sekarang beda, semua mata seolah melihat ke bumi matahari terbit itu, ke sebuah pulau yang konon kekayaan alamnya 3x lebih besar dibanding kekayaan seluruh pulau lain di Indonesia. Bahkan kini penggalangan dana untuk pembangunan masjid yang terbakar marak dimana-mana. Dimulai dari BSMI cab. Jayawijaya, kemudian Rumah Zakat, Domper Dhuafa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Apakah akan berhenti di pembangunan masjid saja?

Semoga saja tidak. Tapi dahulu dakwah Rasulullah dimulai dengan pembangunan masjid Nabawi. Dari ini pusat kegiatan umat di mulai. Dari ini Islam menyebar. Dan semoga saja, kita doakan ketika relawan-relawan datang ke sana, melihat sendiri bagaimana kondisi real di sana dan memberitakan kepada kita, kita bisa mengambil langkah-langkah strategis. Bukan hanya untuk memberikan kebebasan yang lebih luas bagi umat Islam dalam beribadah, tapi juga memberikan kesejahteraan, pendidikan dan berbagai hal penting dalam kemajuan negara.

Saya sendiri tak peduli ini skenario apa, saya gak paham siapa dibalik kerusuhan ini, yang saya tahu, yang saya lihat, inilah kesempatan kita membuka mata. Selama ini kita lebih suka meneropong jauh ke tanah Palestina, kita melihat dengan begitu detil kehidupan di sana. Bahkan kita mampu membangun rumah sakit megah di Gaza. Tapi bagaimana dengan tetangga kita? Bagaimana dengan sebuah Pulau yang masih ada dalam wilayah NKRI ini?

Ini mungkin cara Allah menunjukkan kepada kita, kepada semua umat Islam Indonesia bahwa ada… ADA SAUDARA kita di sana. Saudara-saudara kita sesama umat Islam yang selama ini terisolir, susah merasakan dakwah Islamiyah, bahkan banyak yang katanya belum tahu bagaimana cara sholat meski sudah muslim. Mereka belajar dari televisi, belajar dari para pendatang. Saatnya kita kirimkan dai-dai untuk berjihad di sana. Menghancurkan kebodohan, menghancurkan ketidak tahuan dan memberikan pencerahan, memberikan kesejahteraan dalam naungan Dakwah Islamiyyah.

Mereka (orang-orang kafir itu) membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.” [Ali Imran : 54]

Bantu Pembangunan Masjid Tolikara

Bersama, kita bisa membantu membangun kembali masjid Tolikara dan menebarkan dakwah Islam di bumi Papua. Yuukk.. hingga artikel ini saya tulis, sudah terkumpul 140juta lebih. Klik gambar di bawah ini untuk berdonasi

donasi-tolikara

Published by

Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia