Jaga Amalan ini, Bagaimanapun Caranya

Ada banyak sekali amal ibadah yang diperintahkan maupun disunnahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Kadangkala kita bingung mana yang harus didahulukan atau mana yang akan kita kerjakan. Idealnya sih, semua dikerjakan. Tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga, membuat kita mau tidak mau harus memilih. Jangan sampai tak mampu mengerjakan semua, malah meninggalkan semuanya.

Apabila harus memilih, amalan apa yang harus dikerjakan, maka saya memilih SHOLAT. Bukan sekedar sholat, tapi Sholat Tepat Waktu di Masjid.

Kenapa kok sholat?

Pertama karena sholat adalah amalan pertama yang akan diperiksa di hari kiamat. Jika sholatnya baik, maka akan dianggap baik semua amalnya. Tapi jika buruk, maka buruklah semua amalnya. Maka, jika memang harus fokus memperbaiki amal perbuatan, pilihlah sholat.

Rasulullah Muhammad saw bersabda dalam hadist-nya

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, penilaian shahih ini disepakati oleh Adz Dzahabi)

Sholat seperti apa sih yang terbaik itu?

Sholat terbaik adalah sholat yang dilaksanakan di awal waktu. Sebagaimana Rasulullah Muhammad saw bersabda:

Dari Ummu Farwah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud no. 426. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Setelah mampu sholat di awal waktu, selanjutnya naik ke level berikutnya yaitu sholat di awal waktu dan dilakukan di masjid.

“Shalat seseorang dengan berjama’ah lebih banyak pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau di rumahnya, yaitu selisih 20 sekian derajat. Sebab, seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan untuk shalat, tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid, ia dianggap mengerjakan shalat selama ia menunggu hingga shalat dilaksanakan. Para malaikat lalu mendo’akan orang yang senantiasa di tempat ia shalat, “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah taubatnya.” Hal itu selama ia tidak berbuat kejelekan dan tidak berhadats.” (HR. Bukhari no. 477 dan Muslim no. 649).

MasyaaLlah.. betapa mulianya dalam pandangan Allah, orang yang sholat tepat waktu dan dilaksanakan di masjid.

Apabila sudah mampu istiqomah sholat tepat waktu di masjid, maka tinggal memperbaiki kualitas sholat kita. Karena bagaimanapun juga, sholat yang terbaik itu yg khusyu’. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (QS: Al-Mu’minun: 1-2)

Sholat yg khusyu‘ itu bagaimana? Beberapa ulama memberikan patokan dasar khusyu’-nya sholat adalah menyadari setiap perbuatan dan kata-kata yg kita ucapkan ketika sholat. Gampangnya kita mendengarkan setiap doa yg kita ucapkan dalam sholat.

Sering kan kita sholat tiba2 udah mau selesai aja sholatnya. Padahal seingat kita barusan takbiratul ihram. Itulah yang disebut sholat yg tidak khusyu‘. Sholatnya sah tapi kurang sempurna.

Maka, setelah Ramadhan berlalu, mulailah menetapkan azzam dalam diri untuk berusaha sholat tepat waktu di masjid. Bahkan kalau bisa usahakan dapat takbir bersama imam. Semoga Allah berikan kekuatan dan keistiqomahan kepada kita untuk mampu sholat tepat waktu di masjid dengan khusyu‘ Aamiin.

Published by

Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia