Ingin Tahu vs Ingin Bisa

learnKetika menjadi seorang mentor online atau trainer, kita akan dihadapkan pada 2 macam penanya. Penanya pertama adalah mereka yang ingin tahu sedangkan penanya kedua adalah yang ingin bisa.

Sekilas memang keduanya sama. Sama-sama bertanya, sama-sama ingin tahu sesuatu yang belum mereka tahu. Tapi yang membedakan adalah di pertanyaan lanjutannya.

Biasanya mereka yang sekedar ingin tahu, akan cukup terpuaskan dengan jawaban yang seolah-olah masuk akal menurut mereka. Jawaban yang terkesan teknis dan detail, padahal masih kulit saja aslinya.

Sementara mereka yang ingin bisa, biasanya akan langsung coba mengaplikasikan dengan praktek langsung. Jika ada yang kurang pas, dia akan bertanya lagi dan kali ini lebih teknis dan lebih detil lagi.

Memang menghadapi mereka yang ingin bisa, cukup merepotkan. Tapi ada hasil ketika kita mendampingi. Ada ilmu yang tersalurkan dengan baik, diterima dengan baik dan dipahami dengan baik. Kalau soal hasil ya itu sudah diluar kekuasaan mentor.

Nah, sementara yang ingin tahu, biasanya setelah puas dengan jawaban kita, kalau merasa kita melayani pertanyaan mereka, dia akan tanya lagi hal lain. Jika kita jawab, dia bertanya yang lain lagi. Lompat-lompat, gak mengerucut, gak mendetil. Ibarat scanning, mereka minta kita membantu scanningnya hehehe…

Saya biasanya akan mengarahkan mereka ini ke halaman tutorial cafebisnis. Pertanyaan apapun akan saya arahkan ke sana. Karena saya yakin mereka akan cukup puas dengan jawaban link tapi gak pernah baca link-nya 😀

Dari segi pengeluaran untuk investasi ilmu juga bisa lihat perbedaannya. Mereka yang ingin tahu biasanya suka beli panduan ini dan itu, beli tool ini dan itu dan semua berakhir sama yaitu menjadi penghuni harddisk. Mereka yang ingin tahu sebenarnya adalah mangsa empuk para penjual panduan. Mereka ini lapar akan ilmu tapi malas praktek. Rasa ingin tahunya besar dan terlalu sibuk memuaskan keingin tahuannya.

Sementara yang ingin bisa, biasanya beli satu atau dua panduan yang sejenis lalu mulai belajar, mulai tanya-tanya dan jika sudah benar-benar paham serta praktek baru cari panduan lagi untuk meningkatkan kemampuan. Yang kayak gini ini susah ditawari produk baru karena dia masih sibuk dengan produk yang baru dibelinya.

Nah, anda termasuk yang mana?