<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lutvi Avandi</title>
	<atom:link href="http://lutviavandi.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviavandi.com</link>
	<description>Catatan kecil pebisnis online Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 01:38:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mencari Tuhan</title>
		<link>http://lutviavandi.com/mencari-tuhan.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/mencari-tuhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 01:38:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Saat anda sakit, siapa yang anda cari? Saat anda lapar, kemana anda akan menuju? Saat anda tidak punya uang, siapa yang pertama anda datangi? Dan saat masalah tengah anda hadapi, kemana anda meminta pertolongan?
Seringkali kita mendahulukan makhluk Allah sebelum Allah itu sendiri. Saat sakit, pertama yang kita cari adalah dokter, tabib atau bahkan dukun. Baru [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_284" class="wp-caption aligncenter" style="width: 503px"><img class="size-full wp-image-284 " title="mencari-tuhan" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/mencari-tuhan.jpg" alt="" width="493" height="313" /><p class="wp-caption-text">Carilah Allah Apapun yang Anda Hadapi</p></div>
<p>Saat anda sakit, siapa yang anda cari? Saat anda lapar, kemana anda akan menuju? Saat anda tidak punya uang, siapa yang pertama anda datangi? Dan saat masalah tengah anda hadapi, kemana anda meminta pertolongan?</p>
<p>Seringkali kita mendahulukan makhluk Allah sebelum Allah itu sendiri. Saat sakit, pertama yang kita cari adalah dokter, tabib atau bahkan dukun. Baru setelah penyakit tak kunjung sembuh kita datang pada Allah. Saat lapar, kita langsung menuju ke dapur. Kalau tak ada, kita cari warung. Saat butuh uang, kita datang ke bendahara perusahaan, kita mencari pengusaha-pengusaha untuk melamar kerja. Jarang kita mencari Allah terlebih dahulu.<span id="more-283"></span></p>
<p>Padahal kita mengaku &#8220;Laa ilaaha Illallaah&#8221;. Tiada Illah selain Allah. Kita menyatakan bahwa kita ini hanya bergantung, takut dan cinta pada Allah. Tapi sayang, dalam prakteknya, kita lebih banyak bergantung pada manusia bahkan pada makhluk lain yang lebih rendah dari kita.</p>
<p>Maka jangan heran jika banyak masalah yang kita hadapi seakan tak pernah berakhir. Bahkan cenderung makin besar dan tambah besar.</p>
<p>Sekarang coba, setiap ada masalah sekecil apapun, kata pertama yang kita ucapkan adalah Ya Allah&#8230; Atau jika perlu istghfar. Kemudian dilanjutkan doa agar diberi petunjuk dan kekuatan untuk menyelesaikan masalah ini. Insya Allah masalah apapun akan terasa enteng dan ada aja hal-hal tak terduga yang membuat kita mampu menyelesaikannya.</p>
<p>Kita memang butuh makan, butuh uang, butuh kerja (butuh gak ya?). Tapi jangan sampai kebutuhan-kebutuhan itu melalaikan kita dari kebutuhan paling pokok yaitu &#8220;Butuh Allah&#8221;. Kalau gara-gara kebutuhan kecil itu kita melalaikan kebutuhan besar kita, maka jangan heran jika kesulitan dan masalah akan terus menghantui kita.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/mencari-tuhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What&#8217;s New?</title>
		<link>http://lutviavandi.com/what-new.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/what-new.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 10:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sabar dan Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang baru hari ini? Kalau slogannya JawaPos&#8230; Selalu ada yang baru. Nah, mustinya slogan inipun juga harus ada pada diri kita. Setiap hari gak boleh mengulang hari-hari yang lalu. Musti ada karya-karya baru, penemuan baru, petualangan baru, pengalaman baru.
Jika anda merasa hari ini tidak ada hal baru yang anda dapatkan, maka anda telah kehilangan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-280" title="whats-new" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/whats-new.jpg" alt="" width="150" height="150" />Apa yang baru hari ini? Kalau slogannya JawaPos&#8230; Selalu ada yang baru. Nah, mustinya slogan inipun juga harus ada pada diri kita. Setiap hari gak boleh mengulang hari-hari yang lalu. Musti ada karya-karya baru, penemuan baru, petualangan baru, pengalaman baru.</p>
<p>Jika anda merasa hari ini tidak ada hal baru yang anda dapatkan, maka anda telah kehilangan harta paling berharga yaitu Waktu.</p>
<p>Tapi mendapatkan hal-hal baru setiap hari bagi sebagian orang memang susah. Apalagi jika hidupnya telah terjebak dalam rutinitas harian yang terus berulang-ulang dari tahun ke tahun. Untuk itu butuh gerakan mulai dari yang kecil, hingga yang besar dan membawa pengaruh pada masyarakat sekitar.<span id="more-277"></span></p>
<p>Otak manusia tersusun oleh jaringan-jaringan sel. Jika ada hal baru yang kita alami, maka akan terbentuk jaringan baru. Tapi jika hal itu tak pernah kita sentuh lagi, maka jaringan tersebut lama-lama akan menipis dan hilang. Karena itulah, jika kita selalu melakukan hal-hal yang baru maka otak kita akan sehat dan kitapun akan lebih mudah dalam berfikir.</p>
<p>Cara paling mudah dalam meningkatkan kinerja otak dan juga agar selalu ada hal baru tiap hari bisa dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya:</p>
<ol>
<li>Lewat jalan yang berbeda setiap hari</li>
<li>Menggunakan media yang berbeda saat menulis. Jika biasanya menggunakan komputer, cobalah menulis dengan bolpoin atau pensil</li>
<li>Rubah posisi ruang kerja</li>
<li>Rubah posisi barang-barang di meja kerja</li>
<li>Ganti cara berpakaian anda</li>
<li>Temukan cara baru dalam menyapa teman</li>
<li>Temukan metode baru membuat kerja anda lebih efektif</li>
<li>Belilah koran yang lain dari yang biasa anda beli</li>
<li>Buka website lain yang dari yang biasa anda buka</li>
</ol>
<p>Dan banyak lagi hal-hal baru yang bisa anda lakukan. Hal-hal kecil itu lama-lama akan menjadi besar seiring dengan berkembangnya jaringan otak anda.</p>
<p>Ingatlah, dunia ini berubah setiap detiknya. Jika anda tidak ikut berubah, maka perubahan itu akan menggilas anda cepat atau lambat. Siap berubah ??</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/what-new.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Libatkan Allah</title>
		<link>http://lutviavandi.com/libatkan-allah.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/libatkan-allah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 02:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sabar dan Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Urusan manusia di dunia ini buanyuaaak banget. Dan kayaknya gak selesai-selesai deh masalah yang dihadapi. Yang sibuk pusing gimana menyelesaikan segala urusannya. Yang nganggur juga pusing apa yang musti dilakukan biar gak nganggur. Yang tidurnya enak pusing karena keenakan tidur sehingga jadwalnya amburadul. Yang gak bisa tidur pusing karena kecapekan sendiri pengen tidur.
Padahal, kita kan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-271" title="libatkan-allah" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/libatkan-allah.jpg" alt="" width="250" height="250" />Urusan manusia di dunia ini buanyuaaak banget. Dan kayaknya gak selesai-selesai deh masalah yang dihadapi. Yang sibuk pusing gimana menyelesaikan segala urusannya. Yang nganggur juga pusing apa yang musti dilakukan biar gak nganggur. Yang tidurnya enak pusing karena keenakan tidur sehingga jadwalnya amburadul. Yang gak bisa tidur pusing karena kecapekan sendiri pengen tidur.</p>
<p>Padahal, kita kan punya Allah yang senantiasa siap membantu dan memberikan pertolongannya. Kenapa kita tak coba mendekatiNya dan menjadi kekasihNya. Sebesar apapun masalah kita, Allah jauh lebih besar dari itu semua. Bahkan kalau masalah2 besar kita digabung, Allah masih jauh lebih besar.<span id="more-268"></span></p>
<p>Dengan melibatkan Allah dalam tim kita, maka kita akan punya energi baru yang luar biasa besarnya. Apalagi kalau tujuan kita benar-benar mulia dan bermanfaat, makin kenceng tuh energinya.</p>
<p>Seringkali kita inikan lupa kalau lagi mengurusi sesuatu. Allah memang tidak akan turun langsung di hadapan kita. Tapi Allah bisa menggerakkan makhluk-makhluknya agar rencana kita berjalan dengan baik. Bahkan saat rencana kita &#8220;kelihatan&#8221; gagal, Allah tetap menyampaikan tujuan kita dengan jauh lebih baik.</p>
<p>Bagaimana cara melibatkan Allah?</p>
<p>Tentunya dengan berdoa padanya. Kalau perlu sholat dulu sebelum beraktifitas. Gampang aja kan? Apalagi sebagai seorang muslim, kita senantiasa disunnahkan untuk membaca Basmalah dalam setiap aktifitas kita. Bismilllah itu kan artinya dengan nama Allah. Jadi, kita bertindak selaku wakil Allah.</p>
<p>Bagaimana mungkin seorang wakil tidak konsultasi atau laporan dulu pada yang diwakili? Tul nggak? Jadi, berdoa saja sama Allah, utarakan rencana-rencana anda pada hari ini. Kalau bingung, tulis aja rencana-rencana anda dan sampaikan dalam doa anda.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan kita, Allah akan senantiasa membantu kita dalam setiap kesulitan yang kita hadapi.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/libatkan-allah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempertahankan Keimanan</title>
		<link>http://lutviavandi.com/mempertahankan-keimanan.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/mempertahankan-keimanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 01:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang paling susah di dunia ini adalah mempertahankan keimanan. Banyak tips sebenarnya, tapi terkadang diri inilah yang harus berjuang sendiri. Saya sendiri sering mengalami pasang surut ruh keimanan dalam diri.
Lalu bagaimana mengatasi iman yang naik turun bahkan kayak badai saja naik turunnya amat sangat cepat. Biasanya saya akan coba menyibukkan diri dengan tilawah [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu hal yang paling susah di dunia ini adalah mempertahankan keimanan. Banyak tips sebenarnya, tapi terkadang diri inilah yang harus berjuang sendiri. Saya sendiri sering mengalami pasang surut ruh keimanan dalam diri.</p>
<p>Lalu bagaimana mengatasi iman yang naik turun bahkan kayak badai saja naik turunnya amat sangat cepat. Biasanya saya akan coba menyibukkan diri dengan tilawah dan menghafal. Targetnya cuma menghabiskan waktu saja. Kata ustad saya dulu, sekuat-kuatnya syetan itu hanya mampu mendengar sampai 2 lembar Al-Quran. Jadi kalau mau enteng membaca, harus lebih dari 2 lembar sekali baca.<span id="more-265"></span></p>
<p>Ya, cara itu saya anggap cukup gampang. Walaupun kadang sulit juga apalagi pas lagi turun-turunnya. Jangankan membaca 2 lembar, megang aja udah males. Itu karena syetan gak mau Iman kita naik lagi. Jadi pas kita mau makan obat penghilang syetan itu, maka dengan segenap tenaga syetan menghalangi langkah kita.</p>
<p>Banyak sekali akalnya. Yang batuk-batuk lah, yang haus lah, yang tiba2 ada telp, atau bahkan diganggu dengan urusan duniawi seperti ada yang order CD. Kadang juga dibisikin ke telinga kita ide2 bisnis yang menggiurkan sehingga kita jadi enggan membaca lalu sibuk lagi dengan urusan dunia.</p>
<p>Bagaimana kalau itu terjadi?</p>
<p>Biasanya saya akan mengatakan pada diri sendiri. CUMA 30 MENIT BOS !! Ya, baca Al-Quran 2 lembar insya Allah gak sampai 30 menit selesai kok. Baca aja, gak perlu mengartikan apalagi menghafalkan. Nanti kalau rasa hati sudah plong, baca Al-Quran udah terasa ringan, baru deh ditingkatin dengan menghafal.</p>
<p>Yah, tips singkat, mudah-mudahan bisa bermanfaat.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/mempertahankan-keimanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyoba Bisnis Offline to Online</title>
		<link>http://lutviavandi.com/nyoba-bisnis-offline-to-online.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/nyoba-bisnis-offline-to-online.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 10:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis & Pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Makin maraknya industri UMKM di tanah air, ditambah lagi kemudahan masyarakat Indonesia dalam mengakses internet membuat produk toko online semakin menjamur. Nah, mumpung saya punya domain bagus, akhirnya saya coba untuk ikut-ikutan merambah daerah ini.
Ada banyak pilihan produk yang bisa dijual, tapi saya ingin mencoba berjuang di wilayah busana muslim. Ini tentu bukan hal mudah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/bisnis-hosting.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bisnis Hosting'>Bisnis Hosting</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makin maraknya industri UMKM di tanah air, ditambah lagi kemudahan masyarakat Indonesia dalam mengakses internet membuat produk toko online semakin menjamur. Nah, mumpung saya punya domain bagus, akhirnya saya coba untuk ikut-ikutan merambah daerah ini.</p>
<p>Ada banyak pilihan produk yang bisa dijual, tapi saya ingin mencoba berjuang di wilayah <a href="http://busana-muslim.com" target="_blank">busana muslim</a>. Ini tentu bukan hal mudah mengingat persaingan di bisnis ini sudah sangat besar dan melibatkan orang-orang kuat. Tapi, untuk saat ini saya masih mau coba fokus ke <a href="http://busana-muslim.com" target="_blank">kaos anak Islam</a>.<span id="more-262"></span></p>
<p>Insya Allah koleksinya akan ditambah lagi. Ujicoba script websitenya sih sudah oke, cuma masalah biaya pengiriman yang masih perlu diotak-atik lagi. Ya, mudah-mudahan bisa cepat jadi.</p>
<p>Untuk membuat web toko online, saya menggabungkan <a href="http://wordpress.or.id" target="_blank">WordPress</a>, <a href="http://ambil.info/elegan">Elegant Themes</a> dan plugin YAK for WordPress. WordPress memang script yang paling mudah dan SEO friendly dibandingkan script2 CMS lainnya. Cuma untuk menjadikannya sebuah toko online yang menarik memang bukanlah semudah membalik telapak tangan. Butuh kreatifitas tingkat tinggi agar web blog sederhana ini bisa menjadi sebuah mesin penjualan toko online yang istimewa.</p>
<p>Kalau webnya sudah sip, tinggal fokus ke pemasaran aja. Dan ini insya Allah lebih mudah dilakukan. Syukur-syukur kalau ada dana buat promosi nanti.. hehehhe&#8230; Buat blogger Indonesia, siap-siap aja, insya Allah saya akan coba bikin kontes terkait dengan toko baru saya nanti.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/bisnis-hosting.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bisnis Hosting'>Bisnis Hosting</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/nyoba-bisnis-offline-to-online.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Lebih Jenius dari yang Anda Kira</title>
		<link>http://lutviavandi.com/allah-lebih-jenius-dari-yang-anda-kira.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/allah-lebih-jenius-dari-yang-anda-kira.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 03:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sabar dan Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini bisa disebut artikel dukungan sekaligus bantahan atas ceramah ustad Yusuf Mansur   Ya, saya mendukung sekali ucapan beliau bahwa Allah itu amat sangat bisa diandalkan. Tiada penolong yang lebih baik dariNya dan hanya Dialah seharusnya tempat kita meminta pertolongan.
Tapi menganalogikan Allah dengan pemain catur yang melakukan tindakan diluar kewajaran aturan permainan itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/jangan-persempit-rejeki-anda.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Persempit Rejeki Anda'>Jangan Persempit Rejeki Anda</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini bisa disebut artikel dukungan sekaligus bantahan atas ceramah ustad Yusuf Mansur <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Ya, saya mendukung sekali ucapan beliau bahwa Allah itu amat sangat bisa diandalkan. Tiada penolong yang lebih baik dariNya dan hanya Dialah seharusnya tempat kita meminta pertolongan.</p>
<p>Tapi menganalogikan Allah dengan pemain catur yang melakukan tindakan diluar kewajaran aturan permainan itu yang kurang saya setujui. Dengan melakukan hal itu, berarti Allah tidak mematuhi sunnatullah yang dibuatNya sendiri. Allah juga tidak adil. Itu sih sebenarnya masih sah-sah saja karena Allah adalah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu bahkan atas keputusanNya sendiri.<span id="more-259"></span></p>
<p>Hanya saja Allah tentunya punya cara yang jauh lebih jenius daripada berbuat &#8220;curang&#8221; dengan memby-pass aturanNya sendiri.</p>
<p>Kalau analogi saya, mungkin selama ini kita bermain catur seperti anak yang baru belajar main. Sedangkan Allah bermain catur lebih master dari para grand master. Itulah kenapa, Allah selalu tahu bagaimana mengabulkan apapun yang kita inginkan tanpa perlu merusak atau membypass tatanan yang sudah ada.</p>
<p>Seringkali secara tak sadar kita &#8220;meremehkan&#8221; kejeniusan Allah. Kita tidak berani meminta hal-hal yang besar. Kita lebih suka meminta pada manusia bahkan beberapa lagi meminta pada benda.. naudzubillah..</p>
<p>Bayangkan jika anda seorang super duper jenius di samping anda. Bukan cuma jenius, tapi dia juga pemimpin yang sangat berkuasa. Ketika anda butuh bantuan, masihkah anda akan mencari orang lain? Saya yakin tidak.</p>
<p>Masalahnya seringkali kita ini menganggap Allah itu &#8220;tidak ada&#8221; atau &#8220;tidak nyata&#8221;, sehingga ketika butuh sesuatu, bukan Allah yang kita cari, tapi makhluk yang punya banyak keterbatasan. Padahal kita tahu betapa hebatnya Allah. Nah, pengetahuan ini, mustinya harus jadi keyakinan dan diwujudkan dalam perbuatan dan sikap kita sehari-hari.</p>
<p>Ingatlah, Allah lebih jenius dari yang bisa anda bayangkan. Dia pasti tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu anda. Tentunya dengan caranya yang luar biasa dahsyat!</p>
<p>Sedikit cerita lagi yang mudah-mudahan bisa membuat anda makin mengerti betapa jeniusnya Allah</p>
<p>Alkisah Panjul dan Bejo yang sama-sama lahir. Sayangnya Bejo dilahirkan di keluarga kurang berada tapi punya ayah yang jenius. Sedang panjul, lahir di keluarga kaya raya dengan ayah yang selalu memenuhi permintaannya.</p>
<p>Untuk mendapat mainan baru, Panjul tinggal bilang dan tak sampai menunggu besok, mainan itu akan dia dapatkan.</p>
<p>Untuk mendapat mainan baru, Bejo tinggal bilang dan ayahnya akan mengajari bagaimana mendapatkannya. Setelah mengikuti nasihat dan cara ayahnya, Bejo baru mendapatkan mainannya walaupun tidak persis seperti yang dia harapkan.</p>
<p>Singkat cerita, setelah dewasa, Panjul tetaplah Panjul yang manja. Dan saat orang tuanya tiada, dia jatuh ke lembah kemiskinan dan penderitaan.</p>
<p>Bagaimana dengan Bejo? Pengalamannya menemui masalah dan perjuangannya yang berat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, menjadi bekal besarnya dalam menghadapi kehidupan. Bejopun jadi pengusaha sukses atas aneka ide-ide orisinil yang berhasil dia ciptakan.</p>
<p>Allah yang kebanyakan diyakini oleh kita adalah seperti ayah Panjul. Seringkali kita menganggap Allah itu seperti Jin Lampu di film Aladin. Begitu minta, sim salabim apa yang kita inginkan muncul. Ketika kita menghadapi kenyataan bahwa permintaanya itu tidak begitu saja diberikan, akhirnya membuat keyakinan kita luntur.</p>
<p>Padahal Allah itu seperti ayah Bejo. Dimana saat kita meminta, Allah menunjukkan bagaimana cara mendapatkannya. Ibaratnya kita minta ikan, Allah justru membawa kita ke hutan bambu dimana tidak ada air disana. Tapi dengan ketekunan dan rasa syukur, kita ubah bambu2 itu menjadi jaring dan kitapun bisa mendapatkan ikan dengan jauh lebih mudah.</p>
<p>Nah, sekarang mulailah berpikir positif pada Allah. Syukuri apapun yang Dia berikan pada kita. Karena Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Allah tahu apa yang paling tepat bagi masa depan kita.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/jangan-persempit-rejeki-anda.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Persempit Rejeki Anda'>Jangan Persempit Rejeki Anda</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/allah-lebih-jenius-dari-yang-anda-kira.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fokus pada Keunggulan bukan Kekurangan</title>
		<link>http://lutviavandi.com/fokus-pada-keunggulan-bukan-kekurangan.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/fokus-pada-keunggulan-bukan-kekurangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 02:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Saat diminta untuk datang pada rapat dengar pendapat dengan dewan.. eh.. dengan yayasan Almadinah, saya mendapatkan pelajaran penting yang sudah lama saya dengar bahkan sudah berkali-kali saya laksanakan dalam kehidupan saya sehari-hari.
Fokus pada keunggulan anda! Fokus pada apa yang anda punyai. Ini adalah juga bagian dari syukur dan sabar. Syukur adalah mengoptimalkan segala potensi yang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat diminta untuk datang pada rapat dengar pendapat dengan dewan.. eh.. dengan <a href="http://yayasanalmadinah.com">yayasan Almadinah</a>, saya mendapatkan pelajaran penting yang sudah lama saya dengar bahkan sudah berkali-kali saya laksanakan dalam kehidupan saya sehari-hari.</p>
<p>Fokus pada keunggulan anda! Fokus pada apa yang anda punyai. Ini adalah juga bagian dari syukur dan sabar. Syukur adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada pada diri kita.</p>
<p>Dalam kasus yayasan Al Madinah, rata-rata pengurusnya terlalu fokus pada apa yang tidak mereka miliki yaitu dana. Sehingga pusing bagaimana mendapatkan dana untuk melanjutkan pembangunan grha Aitam yang digadang-gadang akan menjadi istana sekaligus kawah candradimuka anak-anak Yatim.<span id="more-256"></span></p>
<p>Untuk diketahui, Yayasan AlMadinah saat ini sedang membangun sebuah panti asuhan yang konsepnya Entepreneurship dan IT. Harapannya, selepas dari panti, anak-anaknya mampu menjadi anak-anak yang siap tempur dan siap mental dalam menghadapi kehidupan mendatang.</p>
<p>Tapi sayang, di tengah pembangunan ada masalah yang datang yaitu rumah-rumah tetangga tiba-tiba retak bahkan ada yang sampai ambruk sebagian karena tanah dibawahnya amblas tertarik beratnya bangunan megah Grha Aitam. Akibatnya, para tetangga mengajukan tuntutan ke Grha Aitam dan total tebusan yang diminta mencapai 2 Milyar rupiah.</p>
<p>Sebenarnya saya melihat dari kaca mata bisnis, angka 2 milyar untuk potensi yang dimiliki Almadinah ini adalah kecil. Cuma sayangnya karena fokus pada masalah mencari yang tidak ada, akhirnya justru menjadi bumerang sendiri buat para pengurusnya.</p>
<p>Alhamdulillah setelah kedatangan mbak Sofie pengurus KPC (Kelompok Penulis Cilik) yang juga seorang trainer motivasi akhirnya terbukalah wawasan pada pengurus Yayasan bahwa Al Madinah punya potensi besar untuk digali dan dimanfaatkan.</p>
<p>Al Madinah punya 360 anak asuh yang tersebar di berbagai daerah. Bayangkan kalau 10%-nya aja jadi penulis, 10%-nya jadi pemasar dan 10% lagi jadi pembuat kerajinan tangan untuk dijual sedangkan sisanya diminta menghafal Al-Quran dan sholat dhuha tiap hari untuk bermunajat pada Allah. Kira-kira apa 2 milyar itu gak jadi kecil?</p>
<p>Itu baru dari potensi anak asuhnya lho. Belum lagi training SEFT yang juga diselenggarakan oleh Yayasan Al Madinah. Alumni SEFT sendiri saat ini mencapai 2000 orang. Masak sih 10%-nya aja gak ada yang mau nyumbang 100rb / bulan?</p>
<p>Bayangkan jika itu terjadi, maka tiap bulan akan ada kucuran dana segar 20 JUTA RUPIAH !! Sisanya bisa diminta untuk jaga di klinik SEFT. Jika sehari ada 10 pasien aja dan masing-masing ngasih 10 rb misalnya, maka dalam sehari akan terkumpul dana Rp. 100.000,- dan sebulan bisa 3 juta rupiah. Tapi saya pikir, gak mungkinlah jaman sekarang ini orang ngasih 10rb untuk biaya pengobatan. Setidaknya 20 atau 50rb lah.</p>
<p>Nah, itu contoh di yayasan AlMadinah. Bagaimana dengan anda? Saya yakin semua orang dilahirkan dengan potensi masing-masing. Mereka yang mensyukuri potensinya, fokus disana untuk mengembangkannya akan menjadi orang-orang yang sukses. Masih ingat pesan Allah SWT, &#8220;Barang siapa bersyukur, maka aku tambah nikmat-Ku&#8221;.</p>
<p>Contohnya saya. Saya ini termasuk yang kurang kalau disuruh ngomong di depan umum. Udah deh mau dipaksa kayak gimana gak bakalan mau. Tapi, saya punya kemampuan menulis. Maka jadilah saya &#8220;ngomong&#8221; dalam bentuk tulisan untuk orang banyak. Sampai sekarang gak tahu deh udah berapa ribu orang yang baca tulisan saya. Itulah yang dinamakan fokus pada keunggulan. Daripada saya menghabiskan waktu dan energi untuk belajar bicara di depan umum, saya memilih mengasah kemampuan menulis saya. Hasilnya, dari tulisan-tulisan itu saya dikenal banyak orang bahkan bisa mendapatkan uang.</p>
<p>So, mulai sekarang coba deh berkaca. Bukan cari kekurangan, tapi cari kelebihan-kelebihan anda <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/fokus-pada-keunggulan-bukan-kekurangan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Cara Mencari Rejeki</title>
		<link>http://lutviavandi.com/dua-cara-mencari-rejeki.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/dua-cara-mencari-rejeki.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 01:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita lama yang dulu diceritakan oleh guru ngaji saya waktu kecil. Beliau berkisah tentang dua orang yang sedang berkemah di sebuah gunung. Lama kelamaan bekal yang mereka bawa sudah habis. Akhirnya salah seorang diantaranya sebut saja Panjul bermaksud untuk turun ke desa mencari rejeki.
Tapi seorang lagi sebut saja Bejo mengatakan akan coba berdoa pada [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/jangan-persempit-rejeki-anda.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Persempit Rejeki Anda'>Jangan Persempit Rejeki Anda</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini cerita lama yang dulu diceritakan oleh guru ngaji saya waktu kecil. Beliau berkisah tentang dua orang yang sedang berkemah di sebuah gunung. Lama kelamaan bekal yang mereka bawa sudah habis. Akhirnya salah seorang diantaranya sebut saja Panjul bermaksud untuk turun ke desa mencari rejeki.</p>
<p>Tapi seorang lagi sebut saja Bejo mengatakan akan coba berdoa pada Allah untuk mendatangkan rejeki bagi mereka. Si Panjul tertawa, mana bisa rejeki datang cuma dengan berdoa? Kita harus tetap berusaha agar mendapatkan rejeki.</p>
<p>Bejo tetap bersikukuh bahwa rejeki datang dari Allah, bukan dari manusia. Dan Panjul tetap juga dengan pendapatnya bahwa rejeki itu harus dicari, harus bekerja. Rejeki tidak mungkin datang tiba-tiba begitu saja. Karena tidak juga menemukan kesamaan pendapat, akhirnya mereka sepakat membuktikan siapa yang paling benar.<span id="more-253"></span></p>
<p>&#8220;Baik, kita buktikan siapa yang paling benar! Aku akan turun gunung cari rejeki, sedang kamu harus tetap disini berdoa, sholat apa aja deh asal tidak bekerja&#8221;, tantang Panjul. Bejo pun menyanggupi.</p>
<p>Akhirnya Panjul turun gunung, bekerja sampai sore di sebuah kebun Apel. Sebagai upah hari itu, Panjul diberi sekeranjang kecil Apel. Panjul puas dengan hasil kerjanya. &#8220;Hmm.. apel sebanyak ini bisa cukup buat makan beberapa hari&#8230;hehehe&#8230;&#8221;, ucapnya dalam hati. Panjul membayangkan pasti si Bejo akan menyesal dan menarik kembali ucapannya. Mana bisa dapat rejeki cuma mengandalkan doa.</p>
<p>Sesampai di perkemahan dilihatnya Bejo masih tersimpuh diatas sajadahnya. Disambutnya Panjul dengan senyuman. &#8220;Bagaimana? Dapat rejekinya?&#8221;, katanya sambil tersenyum. &#8220;Dapat dong! Kalau kerja ya pasti dapat!&#8221;, ejek Panjul. &#8220;Alhamdulillah&#8230;&#8221;, jawab Bejo.</p>
<p>&#8220;Kamu sendiri gimana?&#8221;, tanya Panjul. &#8220;Dapat rejekinya dengan berdoa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Masih belum&#8221;, jawab Bejo singkat.</p>
<p>&#8220;Hahaha&#8230; sudah aku bilang kan? Untung aku bawa rejeki lebih hari ini. Nih, kita bagi dua. Aku gak mungkin menghabiskannya sendiri. Bisa keburu busuk apel-apel ini&#8221;, kata Panjul.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah&#8230;Terima kasih ya Allah atas rejeki yang sudah Kau karuniakan&#8221;, Bejo menengadahkan tangannya.</p>
<p>Bejo tersenyum, &#8220;Benar kan? Asal kita percaya sama Allah, Dia takkan pernah meninggalkan hambaNya&#8221;. &#8220;Lihatlah, aku bisa mendapatkan rejeki yang sama denganmu walaupun hanya berdoa disini saja&#8221;.</p>
<p>Panjulpun tersenyum, &#8220;Hahaha&#8230; kamu memang pintar Bejo&#8221;.</p>
<p>Waktu saya mendapat cerita ini, saya masih belum bisa menerimanya. Tapi sekarang saya baru tahu bahwa cerita itu bukan sekedar cerita. Cerita itu sering terjadi pada kehidupan kita.</p>
<p>Coba anda bayangkan, jika semua makhluk harus bekerja sebagaimana bekerjanya kita, maka akan begitu banyak makhluk Allah yang tidak mendapatkan rejeki. Tapi jika &#8220;bekerja&#8221; itu adalah upaya apapun termasuk juga berdoa, maka rejeki Allah akan terasa begitu luas dan mudah.</p>
<p>Lihatlah bayi2 yang baru dilahirkan, burung-burung yang di dalam sangkar serta mereka yang hidup di dalam penjara. Semua orang, semua makhluk mendapatkan rejekinya, bahkan ulat yang ada didalam batu didasar lautpun mendapatkan rejekinya.</p>
<p><strong>Lalu kenapa ada orang-orang yang kelaparan? Kenapa ada yang sampai meninggal?</strong></p>
<p>Saya sendiri tak bisa memastikan penyebabnya. Tapi dari pengalaman saya yang pernah tinggal di kawasan kumuh, rata-rata mereka yang hidup susah meninggalkan 2 hal diatas. Mereka tidak bekerja tapi juga jauh dari Allah. Sholat Jumat aja jarang-jarang dikerjakan, mereka juga enggan bekerja. Padahal lapangan pekerjaan begitu banyak. Tapi masalahnya kadang mereka malu mengerjakannya.</p>
<p>Itupun Allah masih mau memberi rejeki, walaupun mungkin hanya cukup untuk bertahan hidup. Bukti lain adalah begitu banyak kyai di pondok-pondok yang pekerjaannya hanya berdoa, bermunajat dan menegakkan kalimat Allah. Tapi hidup mereka begitu sejahtera, rejeki mengalir dengan sangat derasnya.</p>
<p>Di lain pihak, banyak pemasar-pemasar yang sukses memulai kerajaan bisnisnya dari nol. Mereka bekerja sangat giat dan keras. Mengurangi kesenangan dan memaksimalkan semua potensinya. Mereka ini hidupnya juga sejahtera dan rejekinya pun mengalir dengan deras.</p>
<p>Maka ada 2 cara besar mencari rejeki. Dengan bekerja keras dan sungguh-sungguh atau dengan berdoa dan mendekatkan diri pada Allah dengan maksimal. Insya Allah keduanya akan mampu memberikan rejeki pada anda. Tapi jika anda bekerja enggan, berdoa juga ogah, jangan harap deh ada rejeki.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/jangan-persempit-rejeki-anda.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Persempit Rejeki Anda'>Jangan Persempit Rejeki Anda</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/dua-cara-mencari-rejeki.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja dan Amal, Bedakah?</title>
		<link>http://lutviavandi.com/kerja-dan-amal-bedakah.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/kerja-dan-amal-bedakah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 01:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis & Pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/kerja-dan-amal-bedakah.html</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah komentar yang bagi saya sangat menggelitik, walaupun pada kenyataannya pemahaman tersebut cukup berbahaya. Dan masalahnya kemudian, ternyata pemahaman itu suka atau tidak, banyak dipegang oleh mayoritas kita. Nah, mudah-mudahan penjelasan ini bisa membuka cakrawala berpikir kita, dengan demikian akan terwujud masyarakat yang saling menguntungkan dan bekerjasama.
Bekerja dan beramal sebenarnya tidak boleh dipisahkan. Saat [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/anda-kerja-untuk-apa.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anda Kerja untuk Apa?'>Anda Kerja untuk Apa?</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/kerja-keras-adalah-energi-kita.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kerja Keras Adalah Energi Kita'>Kerja Keras Adalah Energi Kita</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" hspace="5" alt="Kerja-amal" align="right" src="http://lutviavandi.com/kerja_2Damal_small.jpg" />Ada sebuah komentar yang bagi saya sangat menggelitik, walaupun pada kenyataannya pemahaman tersebut cukup berbahaya. Dan masalahnya kemudian, ternyata pemahaman itu suka atau tidak, banyak dipegang oleh mayoritas kita. Nah, mudah-mudahan penjelasan ini bisa membuka cakrawala berpikir kita, dengan demikian akan terwujud masyarakat yang saling menguntungkan dan bekerjasama.</p>
<p>Bekerja dan beramal sebenarnya tidak boleh dipisahkan. Saat anda bekerja, anda harus menganggapnya sebagai sebuah amal kebajikan, niat yang tulus untuk memberikan yang terbaik buat orang lain. Demikian juga saat kita sedang beramal, kita juga harus sungguh2 mengerjakannya.</p>
<p>Maka sangat aneh sebenarnya jika anda membedakan antara kerja dan amal. Saat kita bekerja, maka kewajiban kita adalah menyelesaikan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat sbesar-besarnya bagi orang lain. </p>
<p>Nah, orang yang membayar kita juga harus melaksanakan kewajibannya membayar kita dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak membayar, berarti dia melalaikan kewajiban. Terserah kita apa mau menuntut hak atau tidak perlu menunaikan kewajiban bekerja kita.</p>
<p><span id="more-250"></span></p>
<p>Jadi ini 2 hal yang berbeda antara membayar dan bekerja walaupun kelihatannya berhubungan.</p>
<p>Dan ingat, amal atau bukan, itu tidak bergantung pada dibayar atau tidak. Tapi semata-mata hanya pada niat saja. Seorang ustad yang mengajarkan baca tulis Al Quran dengan penuh semangat boleh jadi dianggap amal ibadah, tapi bisa juga tidak. Saat dia meniatkan diri untuk ibadah, maka dia mendapatkan pahala. Walaupun kerjanya mengajari Al Quran tapi kalau niatnya cuma kerja doang (tidak ada niat ibadah), maka jadinya ya cuma dapat gaji doang gak dapat pahala.</p>
<p>Kerja di kantorpun sama. Jika anda bekerja karena Allah, agar dapat memberi manfaat pada orang lain (bukan cuma buat bos lho), tapi bisa juga buat konsumen kita, agar mereka dapat menikmati produk terbaik yang kita buat, maka kita sudah dihitung beramal. Urusan gaji, itu topik tersendiri. Soal gaji, subyeknya bukan anda lagi, tapi bos anda. Kalau bos anda memberi gaji dengan baik dengan niatan beramal juga agar anda tenang dalam bekerja, agar anak istri anda tenang dirumah karena ada makanan untuk dimakan, ada berbagai macam kebutuhan yang tercukupi, maka si Bos ini juga sudah beramal dan tentunya dapat pahala.</p>
<p>Nah, seperti pertanyaan saya dahulu, Anda kerja untuk Apa? Jika untuk uang, maka jangan mengharap lebih dari sekedar uang. Tapi kalau mengharapkan pahala dari Allah karena telah memberi manfaat bagi orang lain, maka jangan heran kalau rejeki yang anda dapat sangat nikmat.</p>
<p>Maka, bekerjalah agar mampu memberi manfaat terbaik bagi orang lain. Dan jika anda sebagai pihak yang memberi manfaat lewat uang, maka tunaikan hak para pegawai atau orang yang bekerja untuk anda dengan sbaik mungkin dan sesuai dengan hasil jerih payah mereka. Ingat, memberi lebih sedikit dari yang seharusnya mereka dapat adalah dzolim, dan untuk itu akan ada urusan tersendiri antara anda dan Yang Memberi Rejeki.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/anda-kerja-untuk-apa.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anda Kerja untuk Apa?'>Anda Kerja untuk Apa?</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/kerja-keras-adalah-energi-kita.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kerja Keras Adalah Energi Kita'>Kerja Keras Adalah Energi Kita</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/kerja-dan-amal-bedakah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Hosting</title>
		<link>http://lutviavandi.com/bisnis-hosting.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/bisnis-hosting.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 00:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis & Pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/bisnis-hosting.html</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini, saya mencoba bisnis baru yaitu bisnis hosting. Memang sejak dulu sudah kepengen banget terjun di bisnis ini. Cuma seringkali terkendala masalah dana dan juga kemampuan. Bisnis hosting kan gak semudah bisnis lainnya. Butuh lebih banyak ilmu di bisnis ini termasuk juga mengenal aneka macam script yang mungkin dipasang oleh klien. Soalnya seringkali [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/nyoba-bisnis-offline-to-online.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nyoba Bisnis Offline to Online'>Nyoba Bisnis Offline to Online</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" hspace="5" alt="Bisnis-hosting" align="left" src="http://lutviavandi.com/bisnis_2Dhosting.jpg" />Beberapa hari ini, saya mencoba bisnis baru yaitu <a href="http://bisnis-hosting.com/" target="_blank">bisnis hosting</a>. Memang sejak dulu sudah kepengen banget terjun di bisnis ini. Cuma seringkali terkendala masalah dana dan juga kemampuan. <strong>Bisnis hosting</strong> kan gak semudah bisnis lainnya. Butuh lebih banyak ilmu di bisnis ini termasuk juga mengenal aneka macam script yang mungkin dipasang oleh klien. Soalnya seringkali akibat kesalahan klien sendiri, pihak hosting yang jadi sasaran.</p>
<p>Tapi seorang teman kemudian mengabarkan kepada saya metode cantik untuk jualan hosting dengan modal awal $0. Yup, modal awalnya gratis alias kita bisa coba-coba dulu. Tapi kalau kita mau serius hasilnya juga sangat lumayan. Targetnya juga gak muluk-muluk kok. Cuma 1 klien per bulan. Dari 1 klien ini, kita bisa dapat $50 &ndash; $125 tergantung dia mau beli paket yang mana. Enak kan?</p>
<p><span id="more-248"></span></p>
<h2>Cara Bisnis Hosting</h2>
<p>Caranya gini. Pertama kita musti punya domain dulu. Anda bisa coba domainku.co.cc untuk yang gratisan atau beli di godaddy dengan kupon kode goaz2001ai untuk mendapatkan domain seharga $7,17. </p>
<p>Langkah kedua beli hosting di <a href="http://ambil.info/hostgator" target="_blank">Hostgator</a>. Pilihlah Baby Plan dan dengan menggunakan kode kupon <strong>CACTUS</strong>, anda bisa mendapatkan free hosting selama 1 bulan. Lumayan kan?</p>
<p>Setelah itu anda buat minisite berisi penawaran sekaligus panduan mendaftar ke hostgator. Anda bisa melihatnya di web <a href="http://bisnis-hosting.com/" target="_blank">bisnis hosting</a> saya. Jika anda ingin buat yang seperti itu, anda bisa <a href="http://investasicerdas.co.cc/hostgator.zip" target="_blank">download scriptnya disini</a>. Upload script itu dan promosikan minisite baru anda.</p>
<p>Selain untuk script jualan ini, anda juga bisa menggunakan hostingnya untuk blog atau website anda yang lain. Karena semuanya serba unlimited. Jadi, hitung-hitung sambil <a href="http://bisnis-hosting.com/" target="_blank">jualan hosting</a> juga pakai hostingnya. Enak banget!</p>
<p>Nah, saat anda mendapatkan seorang pembeli saja, misalnya di bulan Januari 2010 ini, maka di minggu akhir setelah 60 hari orang itu bergabung atau tepatnya&nbsp;akhir Maret 2010 anda sudah siap menerima pembayaran. Jika dia langsung beli untuk 1 tahun maka bayaran anda adalah $125. Kalau cuma 3 bulan aja ya cuma $50 doang.</p>
<p>Untuk mempercepat prosesnya, anda bisa mengajari cara yang anda lakukan pada prospek anda. Dengan demikian dia bisa dapat uang juga sehingga bisa bayar hosting. Dan tentu saja potensi anda mendapatkan angka maksimal akan benar-benar terjadi.</p>
<p>Asyik bukan? Nah, informasi step by step bagaimana cara melakukan ini, bisa anda baca secara detil di <a href="http://bisnis-hosting.com/">http://bisnis-hosting.com</a>. Moga bermanfaat <img src="http://lutviavandi.com/smile1.gif" /></p>
<h3>Resiko Bisnis Hosting</h3>
<p>Nah, apa resikonya berbisnis hosting dengan cara ini? Sebenarnya hampir tidak ada resiko sama sekali. Karena walaupun anda tak dapat pembeli satupun, anda masih tetap bisa memanfaatkan hosting tersebut untuk keperluan anda yang lain. Tapi jika anda tidak mencobanya, saya bisa memastikan bahwa anda juga takkan pernah mendapatkan uang dengan cara ini.</p>
<p>So, tunggu apa lagi? Hosting adalah kebutuhan primer semua pebisnis online. Jadi, <strong>bisnis hosting</strong> adalah bisnis yang paling menjanjikan. Apalagi pertumbuhan pemakai internet makin hari makin besar. Dan perkembangan website juga tak kalah gilanya.</p>
<div class="bjtags">Tags:  <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/bisnis+hosting">bisnis+hosting</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/cara+menjual+hosting">cara+menjual+hosting</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/jual+hosting">jual+hosting</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/jualan+hosting">jualan+hosting</a></div>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://lutviavandi.com/nyoba-bisnis-offline-to-online.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nyoba Bisnis Offline to Online'>Nyoba Bisnis Offline to Online</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/bisnis-hosting.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
