<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lutvi Avandi</title>
	<atom:link href="http://lutviavandi.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviavandi.com</link>
	<description>Catatan kecil pebisnis online Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 May 2012 09:38:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://lutviavandi.com/?pushpress=hub'/>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Misi Hidup</title>
		<link>http://lutviavandi.com/misi-hidup.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/misi-hidup.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 00:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mumpung lagi jalan ke Malang nengok anak yg lagi mondok, saya ingin coba share tentang Misi Hidup. Misi adalah tujuan atau target yg musti dicapai. Misi hidup berarti tujuan hidup yg musti dicapai. Tiap orang bebas punya misi, tp sayang gak banyak yg memiliki misi hidup. Padahal tanpa misi, hidup akan seperti orang jalan tanpa<a href="http://lutviavandi.com/misi-hidup.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/misi-hidup.html">Misi Hidup</a></p></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung lagi jalan ke Malang nengok anak yg lagi mondok, saya ingin coba share tentang Misi Hidup.</p>
<p>Misi adalah tujuan atau target yg musti dicapai. Misi hidup berarti tujuan hidup yg musti dicapai.</p>
<p>Tiap orang bebas punya misi, tp sayang gak banyak yg memiliki misi hidup. Padahal tanpa misi, hidup akan seperti orang jalan tanpa tujuan.<span id="more-829"></span>Jika kita punya udah 100 ribu trus penggil taksi dan katakan tujuan kita, maka bisa di estimasi kira2 uang 100rb itu cukup atau kurang. Kalau kurang, kita bisa melakukan planning dg mengubah transportasinya. Mungkin memakai angkot atau naik motor. Ada byk cara mencapai tujuan jika kita memilikinya.</p>
<p>Tapi jika kita punya duit tapi gak punya tujuan, maka ada 2 kemungkinan. Duit itu habis dan kita gak kemana2, atau kita muter2 aja di sekeliling kampung pakai taksi. Tak ada hasil yg kita capai dan bisa kita syukuri.</p>
<p>Saya heran, ternyata ada banyak orang yg memiliki prinsip hidup mengalir saja seperti air. Padahal air sendiri, punya tujuan yaitu ke laut. Lewat manapun dia, meresap ke tanah dulu, lewat pipa ledeng atau lewat air mineral dalam botol.</p>
<p>Tapi yg berprinsip mengalir aja, ternyata tidak mengalir aja, melainkan melayang saja seperti asap. Lihat asap, prinsipnya asal ke atas. Gak peduli atas yg mana. Mudah terombang-ambing oleh angin. Klo angin ke timur, dia ke timur. Kalau ke barat dia ikut ke barat.</p>
<p>Nah, tinggal kita pilih yg mana? Mau punya tujuan dg perencanaan seperti seorang musafir, mau ada tujuan tapi tanpa rencana yg penting sampe seperti air atau gak ada tujuan yg penting hidup dan akhirnya mati seperti asap?</p>
<p>Misi hidup, akan menentukan bagaimana kita menjalani hidup ini.</p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>Misi Hidup</li><li>misi hidup kita</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_829_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_829_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_829_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_829_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(829, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 6"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_829_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_829_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/misi-hidup.html">Misi Hidup</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/misi-hidup.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyoba nulis dari Blackberry</title>
		<link>http://lutviavandi.com/nyoba-nulis-dari-blackberry.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/nyoba-nulis-dari-blackberry.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 13:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[<p>WordPress saat ini memiliki versi Blackberry. Dengan WP for BB kita bisa update blog melalui BB kita. Nah, artikel ini ujicoba WP for BB. Kurang tahu sih ntar bakalan sering dipakai atau ndak. Tp kyknya seru nih dipakai pas halaqoh gitu, jadi sekalian catatan halaqahnya dipublish di blog wkwkwk Dicari dg Kata Kunci:film si entongautotext<a href="http://lutviavandi.com/nyoba-nulis-dari-blackberry.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/nyoba-nulis-dari-blackberry.html">Nyoba nulis dari Blackberry</a></p></p>
Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/layanan-sms-gratis-dari-lutviavandi-com.html' rel='bookmark' title='Layanan SMS Gratis dari LutviAvandi.com'>Layanan SMS Gratis dari LutviAvandi.com</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/nyoba-bisnis-offline-to-online.html' rel='bookmark' title='Nyoba Bisnis Offline to Online'>Nyoba Bisnis Offline to Online</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WordPress saat ini memiliki versi Blackberry. Dengan WP for BB kita bisa update blog melalui BB kita.</p>
<p>Nah, artikel ini ujicoba WP for BB. Kurang tahu sih ntar bakalan sering dipakai atau ndak. Tp kyknya seru nih dipakai pas halaqoh gitu, jadi sekalian catatan halaqahnya dipublish di blog wkwkwk</p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>film si entong</li><li>autotext blackberry sip sip sip</li><li>blogger dari blackberry</li><li>cafebisnis beta</li><li>kesaktian animasi</li><li>update blogspot dari bb</li><li>www sholat istigfar com</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_826_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_826_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_826_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_826_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(826, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 4"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_826_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_826_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/layanan-sms-gratis-dari-lutviavandi-com.html' rel='bookmark' title='Layanan SMS Gratis dari LutviAvandi.com'>Layanan SMS Gratis dari LutviAvandi.com</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/nyoba-bisnis-offline-to-online.html' rel='bookmark' title='Nyoba Bisnis Offline to Online'>Nyoba Bisnis Offline to Online</a></li>
</ol></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/nyoba-nulis-dari-blackberry.html">Nyoba nulis dari Blackberry</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/nyoba-nulis-dari-blackberry.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meminta Maaf dan Memaafkan</title>
		<link>http://lutviavandi.com/meminta-maaf-dan-memaafkan.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/meminta-maaf-dan-memaafkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 23:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sepele memang, tapi berat untuk dijalankan. Meminta maaf dan memberi maaf memang sudah sering dilakukan apalagi pas lebaran. Tapi nggak semua orang lho bisa meminta maaf secara tulus, pun juga nggak semua orang bisa memaafkan secara tulus. Nih contoh kasusnya, ada ibu-ibu yang curhat: &#8220;Ustadz, saya sebenarnya sudah memaafkan dia, tapi kenapa ya kalau ingat<a href="http://lutviavandi.com/meminta-maaf-dan-memaafkan.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/meminta-maaf-dan-memaafkan.html">Meminta Maaf dan Memaafkan</a></p></p>
Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/maaf-tidak-bisa-bantu-lagi.html' rel='bookmark' title='Maaf, tidak bisa bantu lagi'>Maaf, tidak bisa bantu lagi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/indahnya-saling-memaafkan.jpg" alt="indahnya-saling-memaafkan" width="330" height="330" align="right" /></p>
<p>Sepele memang, tapi berat untuk dijalankan. Meminta maaf dan memberi maaf memang sudah sering dilakukan apalagi pas lebaran. Tapi nggak semua orang lho bisa meminta maaf secara tulus, pun juga nggak semua orang bisa memaafkan secara tulus. Nih contoh kasusnya, ada ibu-ibu yang curhat:</p>
<p>&#8220;Ustadz, saya sebenarnya sudah memaafkan dia, tapi kenapa ya kalau ingat dia rasanya sesak, pengen meledak&#8221;</p>
<p>Nah, dari kata2 itu bisa disimpulkan ndak si ibu ini sudah memaafkan atau belum? Kata2 awalnya sih indah ya. Saya sudah memaafkan. Eh.. disambung tapi kalau inget dia.. bla..bla..bla&#8230; Kalau saya bilang, tuh ibu masih belum memaafkan sama sekali. Bahkan boleh dibilang, tuh ibu TERPAKSA bilang sudah memaafkan walaupun dalam hatinya ada dendam yang belum reda sedikitpun.</p>
<p>Meminta maaf apalagi kalau kita merasa tidak bersalah, adalah hal yang paling berat. Tapi begitu kita mengutarakannya, ada perasaan lega dan selesai semua urusan walaupun yang memberi maaf belum tentu memaafkan sepenuhnya.</p>
<p><span id="more-822"></span></p>
<p>Tapi bagi pemberi maaf, persoalan belum selesai hanya dengan mengatakan, &#8220;Ya saya maafkan kamu&#8221;. Di twitter saya katakan, &#8220;Minta maaf itu seperti memecahkan guci dan kemudian menyatukan lagi kepingannya satu per satu. Susah memang tapi begitu selesai, selesai deh&#8221;. Sedangkan memberi maaf itu seperti MEMBELI guci tambalan itu. Gampang sih tinggal beli aja, tapi ada rasa dongkol dalam hati kalau kita tidak ikhlas menerimanya.</p>
<p>Dalam dunia SEFT, ada pasien yang sakit pinggang. Sakit sepele yang bagi sebagian orang akan sembuh hanya dengan rebahan beberapa menit. Tapi bagi orang ini, sakit pinggangnya tidak sembuh bahkan sudah puluhan tahun. Apa sebab? Setelah diterapi oleh seorang SEFTER, alhamdulillah.. gak sembuh juga. Si Sefter penasaran lalu coba mengorek info darinya. Sejak kapan sakit pinggang?</p>
<p>Ternyata dia mulai sakit tatkala suaminya selingkuh dengan wanita lain. Mereka akhirnya cerai atas gugatan dia sendiri. Sejak itu dia jadi sering sakit pinggang. AHA.. jadi itu masalahnya. Maka dimintalah tuh ibu untuk mengikhlaskan atau memaafkan perbuatan suaminya. Dia menolak dan nggak mau memaafkan. Akhirnya Sefter itu bilang, &#8220;Ya udah kalau begitu, silahkan sakit pinggang terus. Suami sampeyan enak2 dengan cewek lain, sampeyan disini sakit pinggang tiap hari. Kalau nyaman dengan kondisi itu ya udah&#8221;.</p>
<p>Galau deh&#8230; akhirnya Sefter itu ngasih solusi, ya udah kita SEFT aja emosi yang nggak mau memaafkan itu ya. Dalam beberapa putaran SEFT alhamdulillah ibu itu akhirnya bilang, ya udah saya maafkan dia deh. Ajaib, belum juga di SEFT sakit pinggangnya ternyata begitu dia memberi maaf, sakitnya sembuh. Beberapa hari setelah itu sang Sefter di telpon dan dia bilang sakitnya tak kunjung datang lagi bahkan di saat capek2nya dia bekerja.</p>
<p>Dendam itu apapun bentuknya sangatlah buruk. Terserahlah anda mau bilang apa, &#8220;Saya ndak dendam kok, saya sudah maafkan dia&#8221;. Tapi kalau dengan ingat dia aja anda sudah marah, berarti masih ada dendam. Lagipula untuk apa gitu lho memelihara dendam. Apakah kalau anda dendam, orang itu jadi sekarat? Apakah kalau dendam, tuh orang jatuh miskin? Nggak pengaruh apa-apa lagi. Yang ada kitanya yang sengsara, kitanya yang sakit dan kita kehilangan keceriaan diri.</p>
<p>Jadi gimana? Masak dibiarin aja. Kalau bisa lapor polisi ya lapor. Kalau ndak bisa misalnya karena kasus perseligkuhan di atas dan sudah diselesaikan di persidangan ya udah selesai. Lepaskan&#8230;</p>
<p>Memberi maaf yang terbaik itu seperti buang air besar. Pernah ndak kita menyesal abis buang air? Walaupun tadi malam kita habis pesta dan makan makanan yang paling mahal di dunia serta paling lezat, tetep aja kita ikhlas saat makanan itu keluar dan masuk ke septic tank. Nah, seperti itulah harusnya memaafkan <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>memaafkan</li><li>meminta maaf dan memaafkan</li><li>maaf</li><li>saling memaafkan</li><li>memberi maaf</li><li>maaf dan memaafkan</li><li>memaafkan dan meminta maaf</li><li>minta maaf semua</li><li>sms permintaan maaf setelah putus</li><li>sudah minta maaf tetapi tidak memaafkan</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_822_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_822_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_822_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_822_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(822, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 7"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_822_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_822_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/maaf-tidak-bisa-bantu-lagi.html' rel='bookmark' title='Maaf, tidak bisa bantu lagi'>Maaf, tidak bisa bantu lagi</a></li>
</ol></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/meminta-maaf-dan-memaafkan.html">Meminta Maaf dan Memaafkan</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/meminta-maaf-dan-memaafkan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Sulit untuk Gagal</title>
		<link>http://lutviavandi.com/cara-sulit-untuk-gagal.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/cara-sulit-untuk-gagal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 06:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=817</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dimana-mana kok cara sukses, cara mudah. Sekali-kali ada panduan gitu cara sulit menjadi orang gagal. Nah, tapi percaya atau tidak, meski sulit banyak lho yang mampu melakukannya. Apa aja sih cara sulit untuk gagal itu? CARI BANYAK ALASAN Untuk menjadi orang gagal, anda nggak bisa cuma modal satu alasan aja. Musti punya banyak stok alasan.<a href="http://lutviavandi.com/cara-sulit-untuk-gagal.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/cara-sulit-untuk-gagal.html">Cara Sulit untuk Gagal</a></p></p>
Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/putus-asa-gagal.html' rel='bookmark' title='Putus Asa = GAGAL'>Putus Asa = GAGAL</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/malam-itu-untuk-beristirahat-bro.html' rel='bookmark' title='Malam itu untuk Beristirahat Bro'>Malam itu untuk Beristirahat Bro</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/memanfaatkan-spammer-untuk-memperkaya-konten.html' rel='bookmark' title='Memanfaatkan Spammer untuk Memperkaya Konten'>Memanfaatkan Spammer untuk Memperkaya Konten</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-818" title="cara sulit jadi gagal" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/loser_machine.jpg" alt="cara sulit jadi gagal" width="299" height="202" />Dimana-mana kok cara sukses, cara mudah. Sekali-kali ada panduan gitu cara sulit menjadi orang gagal. Nah, tapi percaya atau tidak, meski sulit banyak lho yang mampu melakukannya. Apa aja sih cara sulit untuk gagal itu?</p>
<p><strong>CARI BANYAK ALASAN</strong></p>
<p>Untuk menjadi orang gagal, anda nggak bisa cuma modal satu alasan aja. Musti punya banyak stok alasan. Kalau kehabisan stok, ya bikin alasan. Gak penting masuk akal apa ndak yang penting punya senjata jitu yang namanya alasan. Sebelum bertanya, siapkan dulu alasan-alasan yang buanyaaak agar jawaban apapun yang diberikan, kita punya jawaban lagi untuk menangkalnya</p>
<p><strong>SALAHKAN ORANG LAIN</strong></p>
<p>Jangan pernah mau disalahkan. Selalu berupaya untuk menyalahkan orang lain. Tak peduli kita benar-benar salah, ketangkap basah salahkan orang lain yang memaksa kita melakukan perbuatan tersebut. Misalnya kita ketangkap mencuri, maka salahkan pemerintah yang nggak bisa ngurus rakyatnya. Salahkan pemerintah yang naikkan harga BBM sehingga anda nggak bisa makan trus mencuri. Pokoknya salahkan semua orang kecuali anda.<span id="more-817"></span></p>
<p><strong>JADILAH ILMUWAN SUPER PINTAR</strong></p>
<p>Anda adalah orang pintar. Jadi jangan mau nurut sama orang lain. Apa sih yang kita nggak tahu? Kita sudah makan asam garam kehidupan. Jangan mau diajarin anak bau kencur. Ini masalah gengsi bung, masak diajarin anak kecil. Kalau yang ngajar lebih tua, jangan mau juga. Ilmunya pasti udah jadul, reot. Lihat point satu, pokoknya kita paling pinter dan lakukan berbagai upaya biar kelihatan pinter.</p>
<p><strong>LINDUNGI UANGMU</strong></p>
<p>Jangan mau keluar duit sepeserpun. Apalagi untuk belajar atau beli software dan script. Diluar sana pasti ada yang share. Cari&#8230;cari teruus sampai dapat. Kalau nggak dapat cari temen hacker untuk bobol tuh web sehingga anda bisa dapatkan secara gratis. Kalau nggak bisa juga, rayu pemiliknya dengan beragam cara biar dapat produk gratis. Suruh orang melakukan apa yang anda mau tanpa dibayar. Kalau dia nggak mau katakan aja SOMBONG LU, PELIT dan perkataan lain biar dia kapok.</p>
<p><strong>KUMPULIN BANYAK RESEP</strong></p>
<p>Untuk belajar, butuh banyak persiapan dong. Jadi kumpulan beragam panduan di harddisk. Dapatkan software2 sebanyak mungkin, download ebook teruuus sampai harddisk penuh. Dengan banyak bahan belajar, kita bisa enak membacanya dan banyak wawasan. Praktek ntar aja, baca aja belum kok. Yang penting baca dulu semua ebook sampai habis.</p>
<p><strong>JANGAN PERCAYA SAMA USTADZ</strong></p>
<p>Bisnis ya bisnis, ngapain bisnis disuruh dhuha, tahajud, sedekah. Emangnya kita bisnis masjid? Habiskan waktu untuk kerja..kerja dan kerja. Cuma itu yang bikin kita kaya. Biarin ustadz2 itu aja yang dhuha, Bill Clinton gak pernah sholat aja kaya kok hahaha&#8230;</p>
<p>Nah, kalau anda mau jalankan cara-cara sulit di atas, maka peluang menjadi gagal akan terbuka lebar. Sampai jumpa di jurang kegagalan kawan&#8230;.</p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>foto jadul</li><li>Kata kata putus asah dan gambar</li><li>cara menjadi orang pintar</li><li>cara-cara menjadi orang pintar</li><li>tips menjadi orang pintar</li><li>otak bawah sadar</li><li>jangan pernah salahkan orang lain</li><li>jangan salahkan orang lain</li><li>jual hardisk isi ebook banyak</li><li>tips agar download gak pernah gagal</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_817_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_817_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_817_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_817_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(817, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 6"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_817_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_817_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/putus-asa-gagal.html' rel='bookmark' title='Putus Asa = GAGAL'>Putus Asa = GAGAL</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/malam-itu-untuk-beristirahat-bro.html' rel='bookmark' title='Malam itu untuk Beristirahat Bro'>Malam itu untuk Beristirahat Bro</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/memanfaatkan-spammer-untuk-memperkaya-konten.html' rel='bookmark' title='Memanfaatkan Spammer untuk Memperkaya Konten'>Memanfaatkan Spammer untuk Memperkaya Konten</a></li>
</ol></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/cara-sulit-untuk-gagal.html">Cara Sulit untuk Gagal</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/cara-sulit-untuk-gagal.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Mau Berbisnis?</title>
		<link>http://lutviavandi.com/kenapa-mau-berbisnis.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/kenapa-mau-berbisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 21:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis & Pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kemarin ada seorang motivator memberikan kuis atau survey gitu dengan pertanyaan kenapa anda ingin berbisnis? Macam-macam jawabannya dan semuanya di RT oleh beliau. Tapi diantara macam-macam itu intinya cuma satu SAYA INGIN KAYA Kaya ini kemudian di uraikan dengan bermacam-macam bentuk, ada yang bilang agar bisa berangkatkan haji orang tua, agar bisa menyantuni anak yatim,<a href="http://lutviavandi.com/kenapa-mau-berbisnis.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/kenapa-mau-berbisnis.html">Kenapa Mau Berbisnis?</a></p></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-812" title="main.businessman" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/main.businessman.jpg" alt="pebisnis" width="270" height="397" />Kemarin ada seorang motivator memberikan kuis atau survey gitu dengan pertanyaan kenapa anda ingin berbisnis? Macam-macam jawabannya dan semuanya di RT oleh beliau. Tapi diantara macam-macam itu intinya cuma satu</p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>SAYA INGIN KAYA</strong></h3>
<p>Kaya ini kemudian di uraikan dengan bermacam-macam bentuk, ada yang bilang agar bisa berangkatkan haji orang tua, agar bisa menyantuni anak yatim, agar bisa sedekah yang banyak. Maklum, nih motivator juga penggiat sedekah, makanya jawabannya pun biasanya nggak jauh-jauh dari situ hehehe&#8230; Entah beneran atau hanya pemanis kata tapi bisa ditarik benang merah kalau mereka berbisnis agar bisa punya uang banyak alias kaya raya sehingga bisa melakukan ini dan itu.</p>
<p>Akhirnya saya nyeletuk juga di twitter. Lha kenapa juga hampir semua jawaban mengarah ke satu jawaban saja. Padahal menjadi pebisnis itu bukan jalan cepat jadi kaya lho. Kalau mau jadi kaya dengan cepat ya jadi Dirut Bank atau setidaknya Manajer lah. Dijamin 2-3 bulan sudah punya mobil dan rumah. Minimal mobil dan rumah dinas hehehe&#8230;<span id="more-811"></span></p>
<p>Mustinya ada tujuan yang lebih besar lagi dari hanya sekedar kaya. Ketika saya awal-awal merintis usaha, tujuan saya malah bukan biar kaya, tapi biar hidup dengan jalur dan jadwal yang saya mau. Istilah kerennya Freedom of Time. Ini tujuan awal saya dulu. Alhamdulillah akhirnya bisa tercapai. Saya benar2 memiliki kebebasan waktu yang sangat..sangat..sangat saya syukuri. Kerja kapan aja saya mau, berhenti kapan aja saya suka. Enjoy aja.</p>
<p>Tujuan berikutnya adalah memberikan yang sebaik-baiknya bagi sebanyak-banyaknya orang lain. Saya nggak peduli dia yatim atau ndak, kaya atau miskin, tua atau muda. Yang saya pikirkan, apa masalahmu dan apa solusi yang bisa saya tawarkan. Bahkan saat saya membuka cafebisnis, saya cuma minta ongkos kirim dan burning CD aja lho <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan tahu ndak motivasi awal bikin cafebisnis? Hanya gara2 saya males jawab pertanyaan yang sama tiap hari. Bayangin anda ditanyai tiap hari, &#8220;Mas caranya bikin blog itu gimana sih?&#8221; Simple kan pertanyaannya? Tapi puyeng jawabnya <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Maka saya buat deh blog isinya cara bikin blog, mulai install sampai jadi blog profesional. Eh.. udah dibikinkan ternyata malah bikin males, tulisan2 itu tetap aja ditanya. Maklum sih, karena struktur blog memang lebih seperti diary daripada artikel. Ya udah, bikin ebook lalu taruh di CD. Yang mau tahu, silahkan beli.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230; sekarang sudah semakin besar dan makin memberikan penghasilan yang lumayan buat keluarga saya. Memang perkembangannya tidaklah sedahsyat bisnis2 yang baru muncul sih. Dimana di pembukaannya mampu meraup untung hingga ratusan juta. Namanya juga tujuannya beda, biasanya hasilnya juga beda <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Banyak lho para alumni bisnis2 itu kemudian gabung di cafebisnis dan baru nyesel hehehe&#8230; Ngapain nggak dari dulu ikutan.</p>
<p>Nah, niat awal pendirinya biasanya akan tercermin di bisnis yang dibukanya. Banyak bisnis2 yang berkembang dahsyat karena konsep hebat sang pemilik bisnisnya. Ada yang buka swalayan, beli borongan untuk semua jaringan swalayannya agar harga bisa ditekan serendah mungkin dengan layanan semaksimal mungkin. Saya yakin niat awalnya bukan agar warung2 kecil bangkrut, tapi ingin orang2 belanja dengan harga murah, bahkan kalau perlu tahu harga sebelum berangkat dan bisa bawa duit cukup saat belanja. Jadi ketika ke swalayan sudah tahu persis apa yang musti dibeli.</p>
<p>Kalau niatnya semata2 cari duit, maka mulailah trik-trik aneka rupa dilakukan agar dagangan meningkat, pembeli dipancing menuruti nafsunya untuk belanja dan belanja. Toko di setting sedemikian rupa agar pembeli lebih membeli barang yang tak perlu daripada yang dibutuhkannya. Memang penjualannya meningkat tajam, tapi si pembeli sampai rumah nyesel. Duit abis, barang yg dibutuhkan gak dapet, kena damprat suami lagi. Suka punya konsumen gitu?</p>
<p>Nah, kenapa anda mau berbisnis? Jika kita tahu darimana datangnya rejeki itu, maka kita tak perlu aneka trik untuk mendapatkannya&#8230;.</p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>bisnis jadul</li><li>berbisnis</li><li>agar bisa berbisnis</li><li>kenapa orang mau berbisnis</li><li>mengapa orang ingin bisnis</li><li>mengapa orang mau berbisnis</li><li>mengartikan istilah bad news is good news</li><li>motivator sedekah</li><li>orang kaya tua</li><li>pengusaha</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_811_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_811_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_811_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_811_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(811, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 7"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_811_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_811_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/kenapa-mau-berbisnis.html">Kenapa Mau Berbisnis?</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/kenapa-mau-berbisnis.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam itu untuk Beristirahat Bro</title>
		<link>http://lutviavandi.com/malam-itu-untuk-beristirahat-bro.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/malam-itu-untuk-beristirahat-bro.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 22:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[<p>Entah siapa yang memulai duluan, tapi saat ini malam sudah mirip siang. Orang2 bekerja 24 jam sehari. Siang malam pabrik terus beroperasi. Toko2 masih buka. Bahkan banyak swalayan yang terang2an memberi pengumuman buka 24 jam. Padahal Allah mengatakan: Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan<a href="http://lutviavandi.com/malam-itu-untuk-beristirahat-bro.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/malam-itu-untuk-beristirahat-bro.html">Malam itu untuk Beristirahat Bro</a></p></p>
Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/memanfaatkan-spammer-untuk-memperkaya-konten.html' rel='bookmark' title='Memanfaatkan Spammer untuk Memperkaya Konten'>Memanfaatkan Spammer untuk Memperkaya Konten</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/anda-kerja-untuk-apa.html' rel='bookmark' title='Anda Kerja untuk Apa?'>Anda Kerja untuk Apa?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah siapa yang memulai duluan, tapi saat ini malam sudah mirip siang. Orang2 bekerja 24 jam sehari. Siang malam pabrik terus beroperasi. Toko2 masih buka. Bahkan banyak swalayan yang terang2an memberi pengumuman buka 24 jam.</p>
<p>Padahal Allah mengatakan: <em>Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui</em>. (QS. Al-An&#8217;am: 96)</p>
<p>Bagi para pegiat bisnis online, mungkin malam justru menjadi jam kerja. Maklum bisnis online masih jadi penghasilan tambahan sehingga siangnya masih sibuk kerja di kantor atau ngurusi bisnis offline dan malam barulah menjalankan bisnis onlinenya. Saya sendiri terus terang enggan mengikuti alur kehidupan tersebut. Saya yakin sekali ketika Allah menciptakan malam dan mengatakan dengan terang2an bahwa malam itu untuk istirahat, itu artinya malam adalah waktunya beristirahat.</p>
<p>Saya ingat banget kalau dulu waktu kecil diajak ronda malam oleh ayah malam benar-benar sepi. Saya bahkan bisa tidur2an di tengah jalan raya yang kalau siang sangat ramai sekali (maklum dulu tinggal di tengah kota Surabaya). Dari ujung jalan sampai ujung jalan yang lain semua tutup. Bahkan ketika lari pagi, toko2 itu masih tutup semua.</p>
<p><span id="more-808"></span>
<p>Tapi kini, malam mulai ramai. Jangankan tidur2an di tengah jalan, mau nyeberang aja masih harus tengok kanan kiri karena menyeberang malam2 justru lebih berbahaya daripada siang.</p>
<p>Saya gak bahas bisnis offline ya, mereka memang banyak keterbatasan. Bayangin aja, menyampaikan informasi dari ruang satu ke ruang lain masih harus nitip pesan ke OB hehehe&#8230; Lha punya HP, punya iPad, punya telpon buat apa? Surat2 dipindah2 dari satu ruang ke ruang lain karena harus dpt tanda tangan dari yang berwenang. Butuh banyak waktu. Jadi wajar kalau dunia offline bekerja 24 jam sehari.</p>
<p>Sedangkan kita yang berbisnis online, yang bisa mengakses informasi dari seluruh penjuru bumi dengan sekali klik. Yang bisa shopping dari negeri paling timur sampai negeri paling barat dengan sekali lihat layar, masak sih kekurangan waktu hingga harus kerja 24 jam juga. Blog kita kan sudah kerja 24 jam untuk kita, menyediakan informasi utk pengunjung dari belahan bumi manapun. Update artikel, saya pikir pagi2 lebih seru. Bangun deh jam 2 atau 3 pagi, tahajud bentar trus update artikel deh. Menjelang subuh kelar.</p>
<p>Nggak bisa bangun pagi? Itu gara2 nggak mau tidur awal. Coba abis sholat Isya&#8217; langsung tidur. Ntar kalau bangun paginya udah biasa, bolehlah tidurnya dimalamkan dikit kayak saya hehehe&#8230;. Maklum gan, pilemnya bagus2 <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Nggak bisa tidur mas.. itu sih karena kebiasaan.</p>
<p>Dulu saya juga sering tidur malam, jam 11 gitu baru tidur. Nah, pelan2 saya kurangi deh. Hari ini jam 11, besok 10.30. Besoknya lagi jam 10 harus udah tidur. Dan saya nggak minum kopi kalau sudah maghrib.</p>
<p>Oke, anggaplah kita terlalu sibuk ya, abis Isya kita kerjakan blog sampai jam 11. Itu berarti 4 jam kita kerja. Bangun jam 4 berarti kita tidur 5 jam kan? Nah, yang 4 jam itu taruh di belakang, yang 5 jam taruh di depan. Jam 7 &#8211; 12 kita tidur. Jam 12-4 kita kerja. Subuh semua kerjaan kelar deh. Kita bisa siap2 untuk aktifitas pagi, badan juga fresh karena tidurnya cukup.</p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>kata kata mau tidur</li><li>allah menciptakan malam</li><li>kata kata untuk tidur malam</li><li>allah menciptakan malam untuk istirahat</li><li>kata kata malam tak bisa tidur</li><li>udah malam tidur</li><li>katamau tidur</li><li>kerja apa ya yang enak buat sambilan??</li><li>kerja malam</li><li>kata-kata tentang minum kopi di malam hari</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_808_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_808_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_808_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_808_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(808, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 9"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_808_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_808_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/memanfaatkan-spammer-untuk-memperkaya-konten.html' rel='bookmark' title='Memanfaatkan Spammer untuk Memperkaya Konten'>Memanfaatkan Spammer untuk Memperkaya Konten</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/anda-kerja-untuk-apa.html' rel='bookmark' title='Anda Kerja untuk Apa?'>Anda Kerja untuk Apa?</a></li>
</ol></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/malam-itu-untuk-beristirahat-bro.html">Malam itu untuk Beristirahat Bro</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/malam-itu-untuk-beristirahat-bro.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pontianak Kota Damai!!</title>
		<link>http://lutviavandi.com/pontianak-kota-damai.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/pontianak-kota-damai.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 01:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[FPI vs Dayak]]></category>
		<category><![CDATA[pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi pontianak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=801</guid>
		<description><![CDATA[<p>Peristiwa pemasangan spanduk berisi penolakan keberadaan Front Pembela Islam (FPI) di Kalimantan Barat, yang nyaris memicu terjadinya kericuhan antara FPI dan mahasiswa membuat masyarakat Kalbar pada umumnya dan Kota Pontianak khususnya menjadi sedih. Sebab, ibukota provinsi Bumi Khatulistiwa tersebut selama ini selalu terjaga keamanan dan ketertibannya. Tokoh masyarakat Kalbar sekaligus rohaniawan, Barnabas Simin, mengatakan bahwa<a href="http://lutviavandi.com/pontianak-kota-damai.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/pontianak-kota-damai.html">Pontianak Kota Damai!!</a></p></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="att_fotoimg" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/wpid-140441tradisi-robo-robo-di-mempawah-pontianak300225.jpg" alt="" width="315" align="right" />Peristiwa pemasangan spanduk berisi penolakan keberadaan Front Pembela Islam (FPI) di Kalimantan Barat, yang nyaris memicu terjadinya kericuhan antara FPI dan mahasiswa membuat masyarakat Kalbar pada umumnya dan Kota Pontianak khususnya menjadi sedih.</p>
<p>Sebab, ibukota provinsi Bumi Khatulistiwa tersebut selama ini selalu terjaga keamanan dan ketertibannya.</p>
<p>Tokoh masyarakat Kalbar sekaligus rohaniawan, Barnabas Simin, mengatakan bahwa seharusnya pemerintah dapat mengayomi dalam melindungi warga negaranya.</p>
<p>Selain itu, ia juga menilai keberadaan FPI merupakan lembaga sah dan resmi karena memiliki badan hukum yang sah dan kuat. &#8220;Sama seperti hal organisasi Pemuda Dayak maupun Pemuda Melayu,&#8221; kata Barnabas Simin di Pontianak.</p>
<p>&#8220;Damai itu indah. Mereka dilindungi oleh UU. Tidak ada seorang pun yang melakukan intervensi. Namun, jika lembaga itu diplot dalam membangun daerah, sudah sepatutnya mereka mengikuti hal tersebut,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Menurut Barnabas , masyarakat bisa memilah-milah peristiwa yang terjadi itu. Sebab, persoalan tersebut  bukan masalah suku, agama maupun ras yang ditonjolkan. Namun, hanya perbedaan pendapat.</p>
<p>&#8220;Seperti firman Allah, memberikan berbagai macam suku dan bangsa akan memberikan sebuah keindahan di dalam hidup. Agama itu merupakan pilihan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pada umumnya, jelas Barnabas, Provinsi Kalimantan Barat itu terdiri 18 suku yang ada yang ada di wilayah ini. Tiga di antaranya merupakan suku terbesar. Yakni Suku Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Dan sudah seharusnya, suku mayoritas dapat mengayomi kepada suku yang minoritas.</p>
<p>&#8220;Selama kita sebagai umat beragama dan beriman, kita selalu menempatkan diri kita menjadi orang beriman untuk menjadi warga bangsa Indonesia, umat yang beragama, dan menjadi warga yang baik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Barnabas cukup menyesalkan adanya tindakan yang sangat luar biasa tersebut. Ibarat api yang kecil menjadi besar. Karena itu, ia berharap agar persoalan kecil itu dibuat hilang dan api besar setidak-tidaknya menjadi sebuah api kecil. &#8220;Jangan sampai, perdebatan itu membuat masyarakat Kalbar secara keseluruhan menjadi rugi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Untuk itu, kata Barnabas, dirinya mengimbau kepada seluruh warga Kalbar khususnya umat Kristiani dan Dayak agar dapat menahan diri agar tidak terpancing provokasi isu negatif. Selanjutnya, tenaga pendidik juga meminta agar seluruh masyarakat Dayak maupun Melayu agar tidak turun ke Kota Pontianak.</p>
<p>&#8220;Kota Pontianak ini bukan untuk kelahi. Bukan tempat bertikai. Tetapi kota ini merupakan kota damai,&#8221; kata Barnabas.</p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>peristiwa yang terjadi di Indonesia dalam masalah agama</li><li>pontianak kota</li><li>peristiwa yang terjadi di indonesia dalam masalah suku</li><li>Itigfar</li><li>pembubaran fpi di pontianak</li><li>pemuda melayu kalimantan barat</li><li>fpi kalimantan barat</li><li>senjata melayu kalimantan</li><li>spanduk penolakan FPI</li><li>peristiwa terbaru dipontianaj</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_801_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_801_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_801_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_801_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(801, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 0"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_801_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_801_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/pontianak-kota-damai.html">Pontianak Kota Damai!!</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/pontianak-kota-damai.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola banyak blog dlm 1 panel. Mungkinkah?</title>
		<link>http://lutviavandi.com/mengelola-banyak-blog-dlm-1-panel-mungkinkah.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/mengelola-banyak-blog-dlm-1-panel-mungkinkah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 01:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Narsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sebuah ide muncul dalam benak saya saat ngobrol-ngobrol dengan mas Zainal dari Sepanjang &#8211; Sidoarjo yang membicarakan teknologi dummy blog yg saya pakai saat ini. Bagaimana mengelola banyak blog di banyak hosting yang berbeda dari sebuah panel kontrol saja. Teknologi ini sedang saya kembangkan di Labs Cafebisnis.com Saya ingin punya sebuah panel yg bisa mengawasi<a href="http://lutviavandi.com/mengelola-banyak-blog-dlm-1-panel-mungkinkah.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/mengelola-banyak-blog-dlm-1-panel-mungkinkah.html">Mengelola banyak blog dlm 1 panel. Mungkinkah?</a></p></p>
Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/jasa-pembuatan-blog.html' rel='bookmark' title='Jasa Pembuatan Blog'>Jasa Pembuatan Blog</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/blog-com-mulai-unjuk-gigi.html' rel='bookmark' title='Blog .com mulai unjuk gigi'>Blog .com mulai unjuk gigi</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/mengelola-iklan-kliksaya-com.html' rel='bookmark' title='Mengelola Iklan KlikSaya.com'>Mengelola Iklan KlikSaya.com</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah ide muncul dalam benak saya saat ngobrol-ngobrol dengan mas Zainal dari Sepanjang &#8211; Sidoarjo yang membicarakan teknologi dummy blog yg saya pakai saat ini. Bagaimana mengelola banyak blog di banyak hosting yang berbeda dari sebuah panel kontrol saja. Teknologi ini sedang saya kembangkan di Labs Cafebisnis.com Saya ingin punya sebuah panel yg bisa mengawasi semua aset online yg saya miliki dan sekaligus melakukan pengelolaan disana.</p>
<p>Bayangkan, saat ini web yg lumayan rutin saya update aja ada sekitar 5 domain. Dan semua butuh sering update karena memiliki banyak pengunjung sendiri-sendiri. Bahkan saya sempat berpikir, bagaimana kalau panelnya hanya ada di laptop saya hehehe&#8230; Jadi yg tersimpan di web hanyalah databasenya saja sedangkan panel pengelolaannya saya yg pegang. Maknyuuusss kan?<span id="more-795"></span></p>
<p>Saya terinspirasi dengan system keamanan Clickbank yg sempat dibongkar oleh hacker kita. Dia memang berhasil masuk system-nya tapi tidak bisa ngapa-ngapain karena ternyata tuh system hanyalah system relay saja. Database dan panelnya tidak ada disana. Dan tentunya di tempat yg penjagaannya lebih ketat <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sehingga nanti ketika ada yg menyusup ke blog ini misalnya, maka dia hanya akan lihat sebuah file index.php saja lengkap dengan .htaccess-nya. Buka database kosong melompong hehehe.. Untuk bisa masuk panel, dia harus berkunjung ke rumah saya dulu <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yah, semua butuh waktu tapi bukan sesuatu yang mustahil untuk dikerjakan. Apalagi sekarang ini system terbaru cafebisnis sudah rampung sekitar 40%. Mudah-mudahan gak nyampe Juni semua sudah siap launching. Target saya akhir Maret nanti Beta version-nya sudah bisa dinikmati.</p>
<p>Dan yg jelas, kemungkinan besar saya tidak pakai wordpress lagi hehehe&#8230;</p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>mengelola banyak blog</li><li>pada satu hosting hanya untuk satu cms</li><li>blog dldm</li><li>cara kelola banyak blog</li><li>hack cafebisnis</li><li>mungkinkah ada dua cms dalam satu hosting</li><li>tulisan</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_795_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_795_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_795_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_795_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(795, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 4"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_795_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_795_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/jasa-pembuatan-blog.html' rel='bookmark' title='Jasa Pembuatan Blog'>Jasa Pembuatan Blog</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/blog-com-mulai-unjuk-gigi.html' rel='bookmark' title='Blog .com mulai unjuk gigi'>Blog .com mulai unjuk gigi</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/mengelola-iklan-kliksaya-com.html' rel='bookmark' title='Mengelola Iklan KlikSaya.com'>Mengelola Iklan KlikSaya.com</a></li>
</ol></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/mengelola-banyak-blog-dlm-1-panel-mungkinkah.html">Mengelola banyak blog dlm 1 panel. Mungkinkah?</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/mengelola-banyak-blog-dlm-1-panel-mungkinkah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KulTweet dot COM Kumpulan Kuliah Tweet</title>
		<link>http://lutviavandi.com/kultweet-dot-com-kumpulan-kuliah-tweet.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/kultweet-dot-com-kumpulan-kuliah-tweet.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 02:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Narsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hahaha&#8230; gara-gara kemarin nulis soal kultweet, saya jadi penasaran juga apa bener bisa bikin robot yang mampu memantau tweet seseorang dan menyimpannya dalam database sehingga kapanpun dibutuhkan tinggal akses saja. Eh, Alhamdulillah cuma butuh 1 hari saja bikinnya dan pagi ini sudah launching. Bisa kita cek di KulTweet &#8211; Kuliah Twitter. Sebenarnya waktu nulis sih<a href="http://lutviavandi.com/kultweet-dot-com-kumpulan-kuliah-tweet.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/kultweet-dot-com-kumpulan-kuliah-tweet.html">KulTweet dot COM Kumpulan Kuliah Tweet</a></p></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hahaha&#8230; gara-gara kemarin nulis soal kultweet, saya jadi penasaran juga apa bener bisa bikin robot yang mampu memantau tweet seseorang dan menyimpannya dalam database sehingga kapanpun dibutuhkan tinggal akses saja. Eh, Alhamdulillah cuma butuh 1 hari saja bikinnya dan pagi ini sudah launching. Bisa kita cek di <a title="Kumpulan Kuliah Twitter" href="http://kultweet.com" target="_blank">KulTweet &#8211; Kuliah Twitter</a>.</p>
<p>Sebenarnya waktu nulis sih saya nggak ragu sama sekali karena logikannya juga gampang aja. Bahkan beberapa orang mungkin sudah membuatnya lebih dahulu. Ya cuma belum ketahuan aja belangnya <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat saya nulis artikel ini, KulTweet.com memantau 13 orang yang menurut saya orang2 keren dan terkenal. Kecuali satu nama yang entah kenapa kok nyisip aja disitu hehehe&#8230; Gpp ya ikut mejeng di deretan orang2 terkenal hahaha.. Gimana juga penulis web adalah sang penguasa hahahahaha&#8230;<span id="more-792"></span></p>
<p>Dan inilah Assabiqunal Awwalun:</p>
<ul>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=ipphoright">Ippho Santosa</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=iwanagustian">Iwan Agustian H</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=jamilazzaini">Jamil Azzaini</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=KataJURAGAN">Jaya YEA</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=jody_waroeng">Jody Brotosuseno</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=aagym">KH. Abdullah Gymnastiar</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=qzoners">Lutvi Avandi</a> &lt;== <em>Yang ini terselip dg sengaja hehehe *peace*</em></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=PencintaSedekah">Pencinta Sedekah</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=salimafillah">Salim A. Fillah</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=Tarmizi_as">Tarmizi As-Shiddiq</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=TweetNikah">Tweet Nikah</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=ustadzhilman">Ust. Hilman Rosyad</a></li>
<li><a href="http://kultweet.com/?author=Yusuf_Mansur">Yusuf Mansur</a></li>
</ul>
<p>Urutannya bukan berdasar siapa yang lebih unggul dibanding yang lain, tapi urutan berdasarkan nama saja biar gampang nyarinya. Soalnya saya malah punya rencana memantau 100 akun hehehe.. Ya, tapi ntarlah kalau sudah nemu metode yang lebih efektif.</p>
<p>Design webnya juga msh emergency, soalnya belum nemu pangsit eh wangsit. Ntarlah setelah jalan2 muter2 ke kelurahan dan sowan ke ortu siapa tahu dpt deh pangsit ayam yang maknyuuusss&#8230; <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Selain itu pencarian berdasarkan tanggal juga belum saya masukkan. Trmasuk fasilitas menandai kultweet yang nggak pakai hashtag (ada juga lho) jadi nanti tweet2 ini kita kasih hashtag sendiri. Masih banyak PR yang insyaaLlah ke depan akan pelan2 diperbaiki.</p>
<p>Dijual berapa mas? Untuk web ini ndak saya jual. Soalnya gk ada nilai komersilnya dan saya sendiri gak tahu apa keisengan ini ada manfaatnya. Hanya berdasarkan suka saja pada tweet2 mereka. Dan menurut saya sangat sayang karena bakal hilang kalau disimpan di twitter. Kalau mau bisa saya bikinkan hehehe&#8230; Tapi yang jelas MAHAL <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  dan butuh space yang besar krn akan menyimpan banyak tweet.</p>
<p>Nah, kalau anda ingin saya merekam tweet akun tertentu, silahkan mention saya di @qzoners ya. Target saya nanti bisa ratusan atau ribuan orang yang kita rekam hehehe&#8230; Pastikan akun-nya bener2 berkualitas bukan cuma ocehan gak jelas yaa</p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>tweet keren</li><li>kumpulan tweet keren</li><li>kumpulan tweet</li><li>twit keren</li><li>bangun tidur animasi</li><li>yuk sholat dhuha</li><li>tweets keren</li><li>kumpulan twit</li><li>kumpulan twit bisnis</li><li>Twiit keren</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_792_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_792_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_792_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_792_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(792, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 4"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_792_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_792_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/kultweet-dot-com-kumpulan-kuliah-tweet.html">KulTweet dot COM Kumpulan Kuliah Tweet</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/kultweet-dot-com-kumpulan-kuliah-tweet.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Menyimak Kultwit</title>
		<link>http://lutviavandi.com/cara-mudah-menyimak-kultwit.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/cara-mudah-menyimak-kultwit.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 06:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sekarang ini twitter sudah bukan lagi media untuk menyampaikan buah pikiran sebatas 140 karakter. Tapi twitter sudah berubah jadi media untuk memberikan materi atau biasa dikenal sebagai kultwit alias Kuliah Twitter. Biasanya, kultwit ini menggunakan hashtag tertentu, misalnya #mudah yang dibuat oleh ustadz Yusuf Mansur di akun-nya @Yusuf_Mansur. Nah, dengan menggunakan hashtag itu, kita bisa<a href="http://lutviavandi.com/cara-mudah-menyimak-kultwit.html">&#160;&#160;[ Read More ]</a></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/cara-mudah-menyimak-kultwit.html">Cara Mudah Menyimak Kultwit</a></p></p>
Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/cara-agar-mudah-bersyukur.html' rel='bookmark' title='Cara agar Mudah Bersyukur'>Cara agar Mudah Bersyukur</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/cara-gampang-dapat-follower-twitter.html' rel='bookmark' title='Cara Gampang dapat Follower Twitter'>Cara Gampang dapat Follower Twitter</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang ini twitter sudah bukan lagi media untuk menyampaikan buah pikiran sebatas 140 karakter. Tapi twitter sudah berubah jadi media untuk memberikan materi atau biasa dikenal sebagai kultwit alias Kuliah Twitter.</p>
<p>Biasanya, kultwit ini menggunakan hashtag tertentu, misalnya #mudah yang dibuat oleh ustadz Yusuf Mansur di akun-nya @Yusuf_Mansur. Nah, dengan menggunakan hashtag itu, kita bisa kemudian membacanya kembali di lain waktu. Lho gimana caranya? Dengan menggunakan fasilitas pencarian tingkat lanjut twitter.</p>
<p>Tapi berhubung saya males jelasin panjang2 dan anda juga bakalan males bacanya kalau terlalu panjang, jadi langsung aja kita oprek URL-nya hehehe..<span id="more-789"></span></p>
<p>Oke, data yang kita perlukan hanya 2 saja:</p>
<p>1. Hashtag<br />
2. Username pembuat kultwitnya.</p>
<p>Misalnya saya mau cari kultwit ustadz Yusuf Mansur dengan hashtag: #mudah maka URL-nya:</p>
<p>https://twitter.com/search/realtime/%23<strong><span style="color: #ff0000;">mudah</span></strong>%20from%3A<strong><span style="color: #ff0000;">Yusuf_Mansur</span></strong></p>
<p>Perhatikan yang saya beri tanda merah tebal, itulah 2 data yang kita masukkan. Dan hasilnya adalah kultwit dari ustadz Yusuf Mansur dengan hashtag #mudah</p>
<p>Tapi tetep aja sih, twitter tidak punya semacam media pengarsipan sebagaimana blog, jadi ketika bertanya hashtag-nya ustadz Yusuf Mansur apa aja? Ya bingung juga, kecuali kita mengikuti terus akun-nya .</p>
<p>Selain itu untuk tweet yang lama juga nggak terarsip dengan baik. Misalnya kultwit #10rb yang disampaikan ustadz tanggal 19 November 2011. Sekarang sudah tidak bisa kita lihat lagi. Tapi untung ada yang mengarsipkan di blog. Cuma ya gitu, tetap arsipnya gak lengkap <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Solusinya ya pakai blog atau membuat robot yang bertugas memantau twitter Yusuf Mansur dan ketika beliau nulis menggunakan hashtag, maka secara otomatis robot membuatkan arsipnya hehehe.. Keren kali yaa?</p>
<p>Ada yang mau bayar saya untuk bikin web gitu? Hehehe&#8230; wani piroo <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Dicari dg Kata Kunci:</h4><ul><li>kultwit</li><li>Kultwit yusuf mansur</li><li>manfaat menyimak</li><li>cara menggunakan twitter kultwit</li><li>cara cara menyimak</li><li>cara menyimak</li><li>apa kultwit</li><li>menyimak</li><li>ustad yusuf mansur mp3</li><li>membuat robot twitter</li></ul><div class="thanks_button_div" 
                  style="margin:5px;"><div id="thanksButtonDiv_789_2" style="background-image:url(http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/thanks_large_red.png); background-repeat:no-repeat; float: left; display: inline;"
                onmouseover="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_789_2', true);" 
                onmouseout="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_789_2', false);"
                onclick="javascript:thankYouChangeButtonImage('thanksButtonDiv_789_2', false);" >
                <input type="button" onclick="thankYouButtonClick(789, 'You left &ldquo;Thanks&rdquo; already for this post')" value="Trims 2"
                  class="thanks_button thanks_large thanks_red"
                  style="  font-family: Verdana, Arial, Sans-Serif; font-size: 14px; font-weight: bold;; color:#ffffff;"
                  id="thanksButton_789_2" title="Click to left &ldquo;Thanks&rdquo; for this post"/>
             </div><div id="ajax_loader_789_2" style="display:inline;visibility: hidden;"><img alt="ajax loader" src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/thanks-you-counter-button/images/ajax-loader.gif" /></div></div><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://lutviavandi.com/cara-agar-mudah-bersyukur.html' rel='bookmark' title='Cara agar Mudah Bersyukur'>Cara agar Mudah Bersyukur</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/cara-gampang-dapat-follower-twitter.html' rel='bookmark' title='Cara Gampang dapat Follower Twitter'>Cara Gampang dapat Follower Twitter</a></li>
</ol></p><p><p>Sumber: <a href="http://lutviavandi.com/cara-mudah-menyimak-kultwit.html">Cara Mudah Menyimak Kultwit</a></p></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/cara-mudah-menyimak-kultwit.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

