Dijamin Masuk Neraka

pintu-nerakaSenang rasanya jika kita sudah dapat predikat Dijamin Masuk Surga sebagaimana 10 sahabat Rasulullah. Tapi bagaimana kalau ternyata kita mendapatkan label DIJAMIN MASUK NERAKA??? Ngeri pastinya.

Kira-kira, apa yang bakal kita lakukan andai Allah entah dengan cara apa memberitahu kita bahwa kita Dijamin Masuk Neraka? Tobat? atau malah tambah maksiat?

Yang pasti, ketika Iblis mendapatkan jaminan itu, ia berkata, kalau gitu tangguhkan kematian saya hingga hari akhir. Dan Allah mengabulkannya. Makanya jumlah pasukan iblis dari tahun ke tahun makin banyak apalagi mendekati akhir jaman nanti.

Apa itu saja? Bukan. Iblis juga meminta ijin untuk menggoda manusia menyeretnya untuk ikut bersamanya menjadi penghuni neraka. Dan lagi-lagi Allah mengijinkan dengan syarat, “kecuali hamba-hambaKu yang ikhlas”. Lihat, persyaratan tdk digoda Iblis cuma ikhlas aja. Bukannya sholat, puasa, haji, zakat atau sedekah. Maka kalau sholat gak ikhlas, puasa gak ikhlas, zakat gak ikhlas dan sedekah gak ikhlas, kita masih jadi target sasaran Iblis.

Saudaraku… Bayangkan jika posisi kita seperti Iblis yang dijamin masuk neraka. Pasti kita juga akan melakukan hal yang sama. Bukannya taubat, malah mengajak orang2 untuk ikut nyemplung ke neraka.

Sebenarnya kesalahan Iblis itu apa sih? Cuma 1 aja kok yaitu SOMBONG. Dan rata2 pasukan iblis juga punya rasa SOMBONG dan bertambah2 kesombongannya. Merasa lebih pintar, bahkan perkataan Allah dan Rasulnya dianggap kuno. Coba, apa nggak sombong tuh? Allah dan Rasul dianggap kalah pinter dengan dia.

Dengan enteng dia berkata, Ajaran Islam itu sudah tidak relevan. Lha mulai kapan gak relevannya? Tahun berapa? Apa ada wahyu Allah yang menyatakan masa expired Al-Quran? Yang lebih ngeri ladi ada yang merasa lebih suci dari Allah. Woww.. gimana gak sombong tuh orang. Allah dianggap kalah suci. Dengan lancar dia mengolok-olok Allah. Yang kayak gini ini saya jamin hidupnya didunia akan dimudahkan Allah. Kalau baik dikit aja akan langsung diganjar. Bukan karena Allah gak adil, tapi justru biar semua amalnya habis di dunia hingga ketika di akherat tak perlu banyak pertanyaan lagi tinggal banting ke neraka.

DOSA YANG TAMPAK SEPERTI AMAL

Dan senjata paling mematikan yang digunakan iblis dan pasukannya untuk bersama-sama jadi rekan se-team di neraka adalah Menjadikan perbuatan dosa sebagai suatu kebaikan. Allahu Akbar! Dulu pas diceritakan ustadz soal ini saya gak bisa mencerna. Bagaimana mungkin perbuatan dosa bisa terlihat seperti kebaikan?

Dosa Zina = Menghormati hak asasi manusia, Kebebasan dan urusan pribadi

Gila kan? Orang berzina kalau dasarnya suka sama suka gak akan dihukum. Justru yang melakukkan razia, mengobrak-abrik sarang perzinahan dianggap teroris, anti HAM dan Ormas Perusak. Hebatkan syetan dan pasukannya? Bahkan yang mengatakan itu bukan cuma non muslim, tapi ustadz di mimbar Jum’at. Astaghfirullah… Untung lah Allah itu sayang sama kita, kalau ndak udah dibanting mungkin ustadz itu dari atas mimbar.

Dosa Membuka Aurat = HAM lagi, Emansipasi, Trendy

Apa beda antara perintah sholat dan jilbab? Keduanya sama-sama dicantumkan dalam Al-Quran. Bahkan secara detil Al-Quran menunjukkan batas-batas dan persyaratan jilbab yang benar. Malah jauh lebih detil daripada sholat. Aneh tapi nyata, para wanita yang mengaku Islam menjalankan setengah agama dan mengingkari setengahnya. Mereka sholat tapi juga copot jilbab. Karena copot jilbab masih kurang, tambah lagi angkat rok selutut. Bagi sebagian lain, angkat rok sepaha dan turunkan baju sedada. Benar-benar edan. Untung masih sholat. Cuma saya khawatir, jangan2 sholatnya juga gak ikhlas. Sungkan sama temen, takut ditanyain ortu atau karena ada pacar di sebelahnya.

Dosa Ghibah = Silaturahim, mempererat persaudaraan, persahabatan.

Perlu ndak dijelaskan yang ini? Ibu-ibu muslimah berkerudung duduk-duduk di serambi sebuah TK. Biar gak garing katanya mulai deh ngobrol. Awalnya cuma ngeluhkan anaknya. Abis itu bahas anak ibu lain yg kebetulan gak datang. Trus merembet ke ibunya. Karena kebetulan tetanggaan dan ada masalah dengan tetangga akhirnya bahas tetangga yg lain. Andai bel sekolah tidak berbunyi maka dosa ghibah akan terus bertambah. Counter malaikat Atit terus berputar seiring dentang detik jam. Naudzubillah… summa Naudzubillah.. Moga istri2 kita terhidar dari yang demikian.

Bapak2nya emang ndak? Ooo… belum tentu. Dengan alasan menyambung silaturahim, datang deh ke teman2 dekat. Just say hai katanya. Abis hai, nanya kabar, kerjaan dan lain-lain. Tiba waktunya bahas teman yang lain. Trus mulai deh counter ghibah berputar.

Saya kagum sama ayah saya. Pas Idul Fitri, beliau gak cuma bilang mohon maaf lahir batin, tapi juga sebutin salah-salah yang mungkin beliu lupa. “Maaf ya barangkali pernah ngerasani, pernah salah kata atau menyinggung perasaan”. Singkat dan padat tapi tersebut salahnya. Biasanya si tetangga juga ngaku hehehe, “Saya yang minta maaf pak, kadang suka ngerasani sampeyan juga”. Nah, saat itulah dosa antar manusia keduanya benar-benar lenyap.

10 Comments