Dahsyatnya Rasa Syukur

Banyak yang bilang hidup ini berat, penuh rintangan dan hambatan. Krisis disana-sini, harga2 mahal dan berbagai keluhan lainnya. Tapi menurut saya hidup itu ringan, lancar dan mudah. Peluang disana-sini, harga2 murah dan berbagai rasa syukur lainnya.

Pada dasarnya semua yang terjadi disekeliling kita itu netral. Tinggal kita aja yang memandangnya seperti apa. Jika kita melihat sisi negatifnya, maka sebagus apapun hal itu akan menjadi negatif dan bencana. Tapi jika kita melihatnya dari sisi positif, maka sejelek apapun itu, akan menjadi positif dan anugerah.

Kemampuan melihat sisi positif ini disebut bersyukur. ya, kita sering mendengarnya tapi jarang ada yang bisa melaksanakannya. Rasa syukur bukan cuma di lisan. Bukan cuma dengan sedekah, tapi juga cara pandang kita. Bila kita memandang sesuatu dari sisi positifnya, maka bisa dipastikan dada kita akan dipenuhi dengan kesyukuran.

Mas, bagaimana mungkin suatu peristiwa yang jelas2 merupakan bencana, bisa dianggap hal yang positif?

Biasanya para ulama akan mengatakan, boleh jadi bencana ini adalah penghapusan dosa kita, atau kita harus tetap khusnudzon (baik sangka) terhadap Allah, pasti Allah meletakkan hikmahnya di peristiwa tersebut.

Padahal nilai positif itu tak perlu kita tunggu. Saat terjadi bencana itupun, kita sebenarnya mendapatkan anugerah. Bencana alam misalnya, boleh jadi harta kita hilang begitu saja, tapi biasanya kita bisa menemukan peluang-peluang lain. Saat terjadi bencana, semua harus memulai dari nol, ini kesempatan untuk mengejar ketertinggalan.

Ibarat perlombaan, bencana membuat semua orang start dari nol. Yang tertinggal, ini adalah kesempatan anda untuk mengejar ketertinggalan.

Nah, coba anda perhatikan kehidupan sendiri, cari hal-hal yang bisa disyukuri. Apapun itu, pasti ada. Karena ingat, semua peristiwa itu netral, kitalah yang menentukan peristiwa itu positif atau negatif

The Power of Dream

Diakui atau tidak, anda bisa jadi seperti sekarang semua karena mimpi anda dimasa lalu. Saya pun menjadi seperti ini juga karena impian yang selalu saya jaga sejak dahulu. Jika saat ini tengah gencar ajakan untuk STOP DREAMING, maka terus terang saya tidak setuju dengan itu.

Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang punya impian dan benar2 menjaga impian itu akhirnya mencapai apa yang dia impikan. Bahkan seolah-olah dia selalu berada di waktu dan tempat yang tepat. Orang-orang tua jaman dahulu yang ingin sekali naik haji biasanya menempel gambar ka’bah di rumahnya. Silaturahmi ke orang-orang yang sudah menunaikan ibadah haji hanya sekedar mendengarkan cerita dan meminta doa.

Dan terbukti, bagaimana negara yang katanya miskin ini mampu memberangkatkan jamaah haji jutaan orang per tahun. Bahkan masih harus antri hingga 5 tahun mendatang. Itupun setelah melalui proses seleksi kesehatan dan larangan haji lebih dari 1 kali.

Jika anda bergabung dengan bisnis online apapun, anda akan diminta untuk menentukan impian anda. Karena impian akan menentukan seberapa keras usaha yang akan anda lakukan.

Kekuatan impian bagi banyak orang mungkin sepele. Mana bisa kita dapat sesuatu hanya dengan bermimpi.

Jika anda tidak melakukan sesuatu untuk menggapai apa yang anda impikan, maka bisa dipastikan itu bukanlah impian anda. Justru ketika anda punya impian, anda akan melakukan berbagai macam upaya untuk menggapainya.

Jika anak anda sakit keras dan butuh 100 juta sesegera mungkin, kira2 apa yang anda lakukan?

Pasti anda akan berusaha sekeras apapun. Kalau perlu jual rumah, jual kendaraan yang penting anak anda sembuh. Karena dia adalah impian anda. Dia adalah harapan anda. Apakah jika impian itu hilang begitu saja anda rela? Tentu tidak kan? Maka itulah yang disebut impian.

Sementara jika anda ingin mobil super mewah dengan harga 2 Milyar. Lalu ternyata anda bilang,”Wah mahal banget. Bagus sih, tapi mahal. Cari yang murah aja deh”. Maka mobil mewah bukanlah impian anda. Itu hanya sebatas keinginan saja. Dan biasanya kita terjebak oleh keinginan-keinginan semu sehingga tidak fokus pada apa yang benar-benar kita impikan.

Mimpi biasanya terkait dengan emosi. Mimpi bisa anda rasakan kehadirannya. Saat anda bermimpi memiliki seorang anak, anda begitu mendambakan kedatangannya. Anda periksa ke berbagai dokter. Anda siap keluar uang berapapun asal anda bisa punya anak.

Saat anda bermimpi ingin membahagiakan istri dan anak, maka anda akan lakukan apapun agar mereka bahagia. Anda bekerja keras agar dapat memberi makan, pakai dan tempat tinggal bagi keluarga. Anda juga siap lembur agar bisa mengajak keluarga berlibur ke tempat2 wisata.

Anda lihat, kekuatan mimpi sangat besar untuk menggerakkan seseorang. Lihatlah orang2 yang kehilangan impiannya. Mereka yang di PHK, para caleg yang tidak terpilih, seseorang yang diputus pacarnya. Biasanya mereka akan terkulai lemah tanpa daya.

Padahal sama saja kan antara sebelum kerja dan sesudah PHK? Sama-sama gak kerja. Kenapa dulu begitu semangat mencari kerjaan dan sekarang jadi lemas? Karena impiannya berhenti, impiannya lenyap

Padahal sama saja antara belum jadi caleg dan tidak jadi anggota. Sama-sama bukan anggota dewan, tapi karena impian menjadi anggota dewan kandas, hilanglah gairah.

Begitu juga sebelum punya pacar dan sesudah diputus pacar. Sama-sama tidak punya pacar. Tapi aneh, saat impian lenyap, semangat juga ikut lenyap.

Maka camkan ini dalam dada anda: KEEP DREAMING KEEP ACTING!


Bagaimana Mengembalikan Jati Diri Bangsa?

Sebenarnya ada banyak cara mengembalikan jati diri bangsa kita. Tapi kita perlu tahu dulu bagaimana sih bangsa kita ini sebenarnya. Dan pengembalian ini juga tidak boleh serta merta menjadi kemunduran. Karena itu untuk memudahkan penjelasan, ada baiknya kita melihat contoh negara timur lain yang masih menjunjung tinggi budaya bangsa dan bahkan menjadikannya budaya dunia.

Ambil contoh Jepang, meskipun terbilang negara yang sangat pesat perkembangannya, tapi Jepang masih setia dengan budaya aslinya. Sehingga jika kita masuk rumah-rumah Jepang kita langsung bisa mengatakan, ini rumah orang Jepang.

Saat kita berjalan-jalan di perkampungan2 Jepang, kita akan melihat huruf2 Jepang, orang2 berbahasa Jepang dan aneka asesoris khas Jepang lainnya. Ya, Jepang memang sudah modern tapi mereka tidak kehilangan Jati Dirinya sebagai bangsa.

Bagaimana dengan Indonesia. Apakah Jati Diri bangsa ini?

Pertama tentu saja budaya. Ada banyak ragam budaya di Indonesia, bahkan di Jawa kita memiliki tulisan Jawa. Gak kalah dengan Jepang, tulisan aksara Jawa sangat mudah dipelajari. Jadi seharusnya bisa mulai diperkenalkan. Minimal dipajang di beberapa tempat umum seperti di Jogja.

Itu dari tulisan, lalu soal tari-tarian yang banyak ragamnya. Sekarang ini jarang kita lohat lagi pertunjukkan tari. Bahkan tari Remo yang biasanya mengawali acara2 kenegaraan sudah tidak ada. Padahal dulu hampir tiap ada acara besar seperti peringatan 17-an tari Remo selalu menjadi pembuka. Tapi sayangnya sekarang ini tari2an sudah di modif dengan musik2 modern sehingga kelemah lembutannya menjadi sirna.

Kalau di Jepang, hampir di tiap rumah ada samurai. Tapi sayangnya di tanah air kita ini jarang kita dapati asesoris khas Indonesia seperti keris, rencong, dll. Untung saudara kita di madura masih suka menggantungkan celurit senjata khas pulau garam itu di tembok rumah mereka.

Maka satu-satunya cara untuk mengembalikan Jati Diri bangsa ini adalah dengan mulai memanfaatkan dan menggunakan budaya-budaya asli Indonesia dengan semaksimal mungkin. Memang butuh waktu dan pembiasaan, tapi lambat laun pasti bisa.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Apa yang dimaksud mengembalikan jati diri bangsa? Apa sebenarnya jati diri bangsa itu? Tak dapat dipungkiri lagi bahwa sebuah bangsa akan kehilangan jati dirinya apabila dia tidak memiliki prinsip dan keunikan tersendiri.

Bangsa kita misalnya, sudah dikenal dengan senyumannya. Itu adalah jati diri bangsa kita. Kita juga dikenal dengan kerukunannya. Bayangkan saja, ada banyak suku dan agama di Indonesia tapi semua bisa hidup berdampingan dan penuh kerukunan.

Tapi sayang, jati diri bangsa itu kini ternodai olah tangan-tangan kotor para politisi negeri ini. Dengan berbagai upaya mereka memecah belah bangsa tercinta ini. Mulai dengan issue2 negatif, fitnah-fitnah tak berdasar sampai ancaman-ancaman akan kebebasan berpendapat di negeri ini.

Saatnya Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Maka sudah saatnya kita mengembalikan jati diri bangsa ini. Menemukan kembali budaya kita yang terlindas jaman. Mencari arti hidup yang sebenarnya. Kita ini adalah bersaudara. Kita lahir dan makan dari tanah yang sama. Kita menghirup udara yang sama. Kita juga punya salah dalam diri kita.

Jadi, kenapa kita tidak melihat sisi positif dari saudara kita? Bukankah udara yang merasuk dalam tubuhnya adalah udara yang sama dengan yang kita hirup. Bukankah makanan yang menjadi darah dagingnya berasal dari tanah yang sama dengan makanan kita.

Sesungguhnya kita ini hanya terpisah oleh badan. Tapi darah, daging dan udara yang kita miliki adalah sama. Sungguh aneh jika kita menghina saudara kita. Karena penghinaan terhadap saudara kita adalah penghinaan terhadap diri kita sendiri.

Maka, walaupun besok kita akan memilih pemimpin kita, maka pastikan apapun hasilnya kita tetaplah bersaudara. Karena persaudaraan adalah jati diri bangsa Indonesia. Bagi yang belum masuk DPT, anda bisa membaca panduan mencontreng menggunakan KTP di BeritaJitu.com