Mengenalkan Anak pada Masjid Sedini Mungkin

Masjid adalah central kegiatan umat. Setidaknya itulah fungsi masjid di jaman Rasulullah. Tapi akhir-akhir ini fungsi masjid sudah mirip pura Hindu atau gereja Nasrani atau kuburan keramat. Disaklarkan sedemikian rupa, begitu diagungkan setinggi-tingginya hingga umat sulit mencapainya.

Di jaman Rasulullah saw, segala urusan dibahas di masjid. Mulai urusan rumah tangga, urusan lingkungan hingga mengatur strategi perang semua dilakukan di masjid. Masjid menjadi pusat kegiatan. Di sekeliling masjid ada pasar tempat manusia berdagang mencari nafkah. Tak jauh-jauh dari masjid. Pusat pemerintahan ada di masjid. Dari sini 1/3 dunia dulu diatur. Continue reading Mengenalkan Anak pada Masjid Sedini Mungkin

Antara Bid’ah dan Syiar Agama

Sejak kemarin saya coba memberikan opini terkait maraknya berbagai macam cara umat Islam dalam menyambut Ramadhan dan beredarnya aneka artikel yang menyalahkan cara2 yang dipakai kebanyakan umat Islam. Inilah status facebook saya:

Puasa di bulan Rajab kena bid'ahPuasa di bulan Sya'ban kena bid'ahDoa supaya diberkahi di bula Rajab dan Sya'ban lagi2…

Posted by Bejo Paijo on Monday, June 1, 2015

 

dan dilanjut dengan status kedua

Saya itu udah gak pernah lagi qunut Subuh. Dulu waktu kecil qunut :DSaya juga gak ikut tahlilan klo ada yang meninggal…

Posted by Bejo Paijo on Monday, June 1, 2015

 

Lalu pada hari ini, saya juga post:

Ada tahlilan, ada muludan, ada peringatan Isra' Mi'raj, peringatan Nuzulul Quran, peringatan Muharram, belum lagi Halal…

Posted by Bejo Paijo on Tuesday, June 2, 2015

 

 

Continue reading Antara Bid’ah dan Syiar Agama

Tawaf

kabahManusia hidup itu seperti sedang menjalani tawaf bangun tidur, mengerjakan berbagai aktifitas rutin, hingga tidur lagi. Mereka yang sekolah akan mengerjakann aktifitas sekolahnya lagi dan lagi. Mereka yang bekerja, mengerjakan aktifitas pekerjaannya. Bahkan mereka yang pekerjaannya tidak tetappun menjalani rutinitas ketidaktetapannya. Semua berjalan, berputar seperti orang tawaf. Continue reading Tawaf

Damping putra-putri anda saat nonton “Assalamualaikum Beijing”

Karena heboh di media sosial dan grup-grup Whats App, akhirnya saya bersedia nonton film ini bersama istri. Promonya sih ini film Islami dengan pesan-pesan moral yang baik. Namun menurut saya, orang tua tetap harus mendampingi putra-putrinya saat menonton film ini karena jika dilepas begitu saja akan cukup bahaya juga.

Memang dalam film itu tidak ada adegan ciuman. Bahkan pelukan aja cuma sekali itupun setelah Asma dan Chu Wen menikah. Di awal-awal film-pun si ChuWen ini bertanya apa boleh pegang tangan? boleh cium? boleh pelukan? Dan semua dijawab tidak boleh oleh Asma.

Tapiii… sepanjang film kita bisa melihat kedua insan ini berjalan berduaan di berbagai obyek di Beijing. Bahkan ada adegan boncengan dengan sepeda ontel juga.

Saya coba berikan sinopsis dikit ya. Continue reading Damping putra-putri anda saat nonton “Assalamualaikum Beijing”

Sholat Jamaah dan Rutinitas Nongkrong

Islam sebenarnya melatih alam bawah sadar kita melalui ibadah-ibadah yang wajib kita kerjakan setiap hari. Ibadah wajib tiap hari tentunya sholat wajib 5 waktu. Kalau kita perhatikan, gerakan sholat itu diulang-ulang terus sebanyak 17x sehari. Anda bisa baca buku tentang betapa 17x gerakan tiap hari itu akan mampu memberikan dampak kesehatan yang luar biasa bagi pelakunya. Asal dilakukan dengan cara yang benar sesuai tuntutan Rasulullah Muhammad s.a.w tentunya.

sholat-jamaah

Di artikel ini saya bukan ingin membahas soal itu, saya ingin bahas soal sholat berjamaah. Sebenarnya saya sudah merenungkan ini sejak lama, tapi saya masih belum punya cukup banyak bukti ilmiah. Saya bertanya-tanya, kenapa sih Rasulullah menyuruh umat Islam terutama yang laki-laki untuk berjamaah di masjid. Ingat, berjamaah di masjid, bukan berjamaah di rumah dengan keluarga. Bahkan Rasulullah pernah mengancam akan membakar rumah bila laki-laki di rumah itu tidak ke masjid. Meski sejarah mencatat, belum pernah Rasulullah membakar rumah sahabatnya gara-gara mereka tidak ke masjid. Islam juga memberikan ganjaran yang luar biasa bagi mereka yang mau ke masjid berjamaah diantaranya, setiap langkah kakinya menuju ke masjid dihitung sebagai pahala, sholatnya sendiri dinilai 27 derajat lebih baik dari sholat sendiri. Intinya, dengan ancaman dan reward yang begitu besar, Islam ingin pemeluknya ke masjid berjamaah ketika sholat. Kenapa? Continue reading Sholat Jamaah dan Rutinitas Nongkrong

Jangan Remehkan Peran Kecil

semua-berperan

Dalam sebuah organisasi setiap individunya memiliki peranan penting, sekecil apapun tugas atau amanah yang diembannya. Bahkan bila tugasnya hanyalah sebagai seorang pengantar surat atau sekedar menyiapkan spidol untuk rapat. Organisasi itu seperti sebuah kendaraan, seluruh komponennya memiliki fungsi dan peranan masing-masing. Tak ada yang lebih istimewa dari salah satu komponen dibanding komponen lain. Sebagus apapun mobilnya, secanggih apapun mesinnya, tapi jika ada satu saja komponen yang hilang atau tidak berfungsi normal, maka kinerja kendaraan itu tidak bisa maksimal. Continue reading Jangan Remehkan Peran Kecil

Selokan Mampet

Selokan Negeriku
Selokan Negeriku

Apa yang kita pikirkan saat melewati sebuah kampung dengan selokan yang mampet dan di dalamnya bertumpuk sampah beraneka rupa? Pemandangan itupun kemudian dilengkapi dengan bau tak sedap yang mengiringi perjalanan kita menyusuri kampung tersebut. Apa yang akan kita lakukan kemudian jika kampung itu ternyata adalah kampung halaman kita sendiri?

Biasanya akan ada 3 pilihan ketika dihadapkan dengan situasi seperti itu:

  1. Membiarkan saja, bahkan kadang malah ikut menambah parah dengan membuang sampah di selokan yang sudah penuh sampah itu.
  2. Protes pada para aparat kampung kenapa kok lingkungan tidak bersih, kenapa sampah numpuk dan kenapa-kenapa yang lain
  3. Berusaha membersihkan selokan dengan peralatan apapun yang tersedia meski kemungkinan untuk bersih total sangatlah kecil

Saudaraku…

Negeri kita ini seperti sebuah kampung kumuh dengan selokan yang mampet oleh sampah-sampah ketidak jujuran, sampah korupsi, sampah rendahnya moral, sampah nafsu, sampah hilangnya keimanan. Penuh sekali hingga sulit rasanya kita membedakan mana tempat sampah dan mana selokan. Continue reading Selokan Mampet

Siapa kita 67 tahun mendatang?

Tanggal 10 November 67 tahun yang lalu arek-arek Suroboyo membawa apapun yang bisa digunakan untuk melawan penjajah Belanda yang hendak kembali ke Indonesia. Tak kurang 100.000 lebih pemuda Indonesia gugur dalam pertempuran tersebut. Begitu dahsyatnya pertempuran itu hingga kemudian tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Dan kota perjuangan arek-arek Suroboyo kemudian mendapatkan julukan sebagai KOTA PAHLAWAN.

Itu dulu… 67 tahun yang lalu, dan mungkin tak banyak saksi sejarah yang masih hidup untuk menceritakan detilnya kepada kita. Pertanyaan terbesar kita saat ini adalah kira-kira 67 tahun mendatang, anak cucu kita akan mengenal kita sebagai apa?

Apakah kita menanam benih-benih kebanggaan bagi generasi yang akan datang sehingga mereka bisa dengan lantang menyebut, Aku adalah anak seorang PAHLAWAN. Ataukah kita akan menanam benih-benih kerusakan sehingga anak cucu kita di masa mendatang justru berkata, “Huh.. gara-gara orang jaman dulu sekarang sungai kotor, hewan-hewan hanya tinggal gambar, ozon berlubang, ancaman banjir bandang, dll”

Atau bahkan mungkin kita tak menyisakan dunia ini bagi mereka karena begitu rusaknya akibat perbuatan kita? Continue reading Siapa kita 67 tahun mendatang?

Menjadi Tamu Allah

Menjadi tamu Allah
Menjadi tamu Allah

Saya yakin setiap muslim sangat ingin pergi ke mekkah dan madinah baik menunaikan ibadah haji maupun umrah. Masalahnya tak semua orang mendapatkan anugerah untuk bisa datang ke tanah suci. Jangankan untuk menunaikan haji yang bukan cuma kendala biaya yang saat ini mencapai 35 juta atau 80 juta kalau Haji Plus, punya uang segitupun masih harus antri 11 tahun baru bisa berangkat atau nunggu 3 tahun kalau haji plus.

Sayangnya kendala itu kemudian menjadi sebuah pembenaran bahwa Haji hanya wajib bagi yang mampu. Benarkah?

Mungkin saya yang kurang paham ya, tapi saya sendiri belum pernah menemukan ungkapan di quran maupun hadist yang menyatakan haji itu hanya wajib bila mampu. Apalagi ukuran mampu ini kemudian diperberat dengan syarat-syarat dianggap mampu diantaranya mampu secara materi, fisik, tidak punya hutang dan ada cukup dana untuk keluarga yang ditinggalkan. Semakin jauh deh impian pergi haji. Continue reading Menjadi Tamu Allah