Menulis Buku ke-2
Alhamdulillah, kemarin saya dapat kabar dari Elex Media Computindo kalau proposal buku saya yang kedua diterima. Bahkan mereka memancing saya untuk memberikan ide buku-buku saya berikutnya.. hehehe… Saya sendiri agak bingung lha yang ini aja belum selesai kok udah diminta yang lain. Tapi itulah bisnis. Kita harus terus berjalan dan tak boleh menunggu.
Coba bayangkan seandainya saat saya menyelesaikan buku kedua saya ini, lalu saya juga mengirimkan proposal untuk buku saya yang ketiga, ini akan banyak menghemat waktu mereka kan? Sambil menunggu buku saya selesai, mereka mereview proposal buku ketiga saya. Nanti buku kedua saya selesai, buku ketiga telah ada keputusan. Asyik kan jadinya? Apalagi menjadi penulis buku tuh enak sebenarnya. Duitnya sih kalah jauh dari jualan ebook, tapi popularitasnya itu lho.. hehehe…
Diakses dengan kata kunci:
Read MoreFinishing Mastering WordPress 3.0
Alhamdulillah, malam ini saya telah berhasil menyelesaikan penulisan ebook Mastering WordPress 3.0. Jauh lebih cepat dari rencana semula yaitu 2 mingguan. Tapi saya pikir-pikir kalau terlalu lama bisa-bisa keburu launching versi 3.1-nya.. hehehe…
Akhirnya sayapun menyetop tulisan saya, menutup semua artikel dan mulai melakukan proses finishing. WordPress ini terlalu luas sekali kalau dibahas. Membahas dari sisi user saja bisa menghabiskan ratusan halaman kalau pembahasannya detil. Belum kalau kita mau bahas dari sisi developer wah bisa setebal ensiklopedia deh.
Saya harus melihat kembali siapa pembaca ebook ini nantinya. Insya Allah ebook ini nanti akan dibaca oleh banyak orang yang boleh jadi sebagian besar dari mereka tidak mengenal apa itu WordPress. Meski begitu kadang saya ini suka terbawa pertanyaan dari para newbie. hehehe.. Biasalah pemula gak ngerti apa-apa tapi pertanyaannya sok seorang master. Awalnya terbawa tapi pas terakhir2 ketahuan deh kalau dia nggak ngerti apa-apa.. hahaha..
Diakses dengan kata kunci:
Read MoreMerubah System Cafebisnis
Sudah 3 hari ini saya bergulat kembali dengan script wp-affiliasi yang dipakai di cafebisnis. Saya punya impian besar menjadikan script itu jauh lebih user friendly baik dari sisi admin maupun dari sisi user. Beberapa ilmu barupun saya dapatkan untuk memperkaya kemampuan dan fasilitas wp-affiliasi.
Saat ini yang sedang saya kerjakan adalah kemampuan wp-affiliasi menangani pembagian produk berdasarkan folder-folder. Ini tentunya akan mempermudah anda yang ingin menjual beberapa produk dalam 1 paket. Dan insya Allah produknya nanti juga mendukung multi level user.
Multi level user maksudnya adalah dalam 1 web, kita bisa menawarkan penjualan beberapa level sekaligus. Jadi, nanti kita bisa membuat system keanggotaan berjenjang misalnya: Free Member, Premium Member, Silver Member dan Gold Member dengan biaya yang beragam.
Diakses dengan kata kunci:
Read MoreMemanfaatkan Sumber Daya yang Berlimpah
Beberapa hari yang lalu saya membeli sebuah buku yang terus terang menyalakan banyak lampu-lampu redup di otak saya. Entah kenapa, buku itu seolah-olah menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepala saya. Bagaimana saya melakukan sesuatu yang bisa memberi banyak manfaat bagi sebanyak mungkin masyarakat negeri ini tanpa harus mengorbankan banyak waktu atau harta saya.
Dulu saya punya rencana untuk membangun sebuah usaha di sektor riil yang bisa menyerap banyak tenaga. Tentunya dengan modal yang menyesuaikan keadaan keuangan saya.
Sasaran pertama dulu adalah dengan bergabung dengan beberapa MLM. Tapi rupanya mencari tenaga marketing itu jauh lebih sulit daripada mencari pembantu. Sayapun mencoba membuka sebuah cafe yang dalam bayangan saya dalam 1 tahun bisa menjadi 2 buah. Hehehe.. Inipun jauh panggang dari api. Mengurus 2 orang pegawai aja pusingnya minta ampun sampai akhirnya cafe itupun saya tutup bahkan sebelum 1 tahun.
Diakses dengan kata kunci:
Gratis…Gratis…Gratis….!!!
Produk gratis selalu menjadi fenomena tersendiri dalam dunia pemasaran. Gratis sangat sulit dilukiskan karena gratis itu nol. Sudah banyak pemasaran melakukan teknik memberi gratisan ini untuk meningkatkan penjualan. Contoh yang paling mudah dilihat adalah saat kita berjalan-jalan di Mall. Biasanya akan ada sales yang menawarkan marchendize gratis untuk kita. Tapi jangan senang dulu saat menerimanya, karena untuk mendapatkannya biasanya anda diajak ke toko sang sales lalu mulai deh diminta mencoba beberapa barang. Dari sekian orang yang nyasar ke tempat itu, biasanya ada beberapa yang nyantol dan membeli barang yang harganya lebih mahal daripada tempat lain.
Sejarah produk gratis ini rupanya sudah diawali oleh Jell-O. Saat pertama kali dibuat, Jelly kurang diminati karena selain bentuknya aneh, juga tidak cocok dengan makanan masyarakat Amerika waktu itu. Hingga akhirnya perusahaan ini dijual sampai berpindah tangan 2x pemilik.
Di pemilik terakhir, dia mencetak resep makanan yang menggunakan Jell-O. Buku resep ini dibagi-bagikan dari rumah ke rumah secara gratis. Alhasil, penjualan Jell-O pun meningkat tajam luar biasa.
