Bisnis Tak Melulu Soal Uang

Ketika bicara soal bisnis, biasanya yg ada dalam benak kita gak jauh-jauh dari uang, uang dan uang. Uang untuk modal, uang untuk promosi, omset yang kita dapatkan, keuntungan, uang untuk bayar perijinan, pegawai, operasional, dll. Pembicaraan soal bisnis selalu berkaitan dengan uang. Lihat saja berbagai macam seminar atau training bisnis, tujuan akhirnya selalu uang dan uang.

Salahkah itu? Jawabnya tidak. Itu sudah benar, bagaimanapun tujuan kita berbisnis adalah mendapatkan penghasilan yang bentuknya uang.

Namun, jika anda berhenti hanya sampai uang saja, maka hasilnya tidak akan maksimal.

Ada yang lebih dahyat dan lebih hebat untuk diraih dibandingkan sekedar uang. Yaitu MANFAAT. Lihatlah Google. Di awal-awal berdirinya, dia tidak langsung nyari uang. Tapi sibuk menyebarkan manfaat. Saat website sudah begitu banyaknya, saat web directory sudah terlalu banyak isinya, maka orang sudah tidak lagi browsing melihat satu per satu web yang tersedia.

Google menawarkan cara baru dalam mencari informasi yaitu search engine. Anda cukup mengetikkan kata kunci yang ingin dicari, maka google akan menyediakan website2 yang memiliki kata kunci yang anda butuhkan. Tak hanya itu, google bahkan membuat sebuah algoritma khusus sehingga website yang tampil paling teratas adalah website yang paling informatif, paling sesuai dan paling mendekati dengan apa yang anda inginkan. Sekarang? Google sudah menjadi perusahaan raksasa dengan aset yang begitu besarnya.

Lihatlah facebook. Pernahkan anda membayar sepeserpun pada facebook untuk akun yang anda buat, untuk penyimpanan foto dan video, untuk manfaat yg begitu besar menghubungkan anda dengan teman2 anda? Sama sekali tidak.

Facebook menawarkan cara baru berhubungan dengan orang lain. Biasanya orang tidak mudah mengutarakan isi hatinya, lewat facebook orang bisa lebih terbuka. Hanya lewat profil facebook kita bisa tau bagaimana cara berpikirnya, siapa kawan-kawannya, sampai siapa saja keluarga dan apa kegemarannya.

Tiba2 saja kita jadi merasa kenal dekat dengan orang lain yang mungkin sama sekali belum pernah kita jumpai di kehidupan nyata. Kita bisa sama2 menertawakan kelucuan tingkah anaknya, joge2 segar dalam statusnya atau merasakan kesedihan bersama tatkala salah satu dari kita tertimpa musibah. Padahal kita tak pernah bertemu. Jarakpun mungkin teramat jauh.

Sebut saja perusahaan-perusahaan besar lainnya. Mereka seolah2 berlomba untuk menjadi pembuat produk yang paling bermanfaat dan paling banyak memberikan manfaat. Di bidang software saja, google dan mozilla bersaing ketat membuat produk browser yang paling handal. Padahal sama-sama gratis. Kenapa?

Saya lalu teringat sebuah hadist

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289)

MasyaaLlah, bagaimana Rasulullah saw telah memprediksi hal ini berabad yang lalu. Bahwa, manusia terbaik itu ya yang paling banyak memberikan manfaat.

Dalam bidang bisnis, bisnis terbaik adalah bisnis yang paling banyak manfaatnya. Entah bagaimana metodenya, asalkan dapat memberi manfaat pada sebanyak mungkin orang, maka hasilnya akan mengikuti.

Contohnya usaha pracangan atau toko kelontong. Ketika usahanya hanya sekedar asal dapat uang, ya tidak akan berkembang. Tapi ketika didasari tekat memberi manfaat pada sebanyak mungkin orang, maka tak akan cukup hanya 1-2 toko. Harus ada toko di tiap kelurahan, misalnya. Harganya harus murah, agar orang bisa membelinya. Layanannya juga harus ramah, bersih dan sesekali ada bonus hadiah untuk yang sering belanja. Terus memberi manfaat dan manfaat. Maka uang akan mengikutinya.

Yaaa… memang gampang nulis seperti ini. Pada kenyataannya, nyari uangnya saja susah, apalagi mikir ngasih manfaat ke orang lain. Betul begitu? Itulah yg kemudian disebut sebagai roda tikus. Anda seolah berlari, padahal tetap di tempat semula.

Apa yg anda lakukan ketika dapat untung besar? 5x dari keuntungan bulanan yg biasa anda dapatkan? Biasanya akan dihambur2-kan. Traktir teman, beli ini dan itu, untuk kepentingan pribadi semua. Padahal, seandainya kelebihan keuntungan itu kita pakai untuk ekspansi bisnis, agar makin banyak orang yg merasakan manfaat produk kita, maka hasilnya tentu akan luar biasa.

Maka mulai sekarang cobalah perhatikan produk2 anda. Sejauh mana produk itu bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Dan benarnya mereka benar2 merasakan manfaat itu?