Berjuang dalam Senyap

Alhamdulillah Aksi Damai 212 berlangsung dengan lancar dan aman. Meski diikuti jutaan massa namun hingga semua terkendali dan massa dapat menyampaikan tuntutannya dengan tertib.

monas

Walaupun di berbagai media dikatakan bahwa ini ibadah bersama, sholat jumat bersama, doa bersama dan berbagai istilah lainnya, tetap tidak akan mampu menghilangkan inti dari acara ini yaitu tuntutan agar penista agama dipenjara.

Satu hal yang saya amati dalam aksi 212 dan saya amati juga di aksi-aksi sebelumnya bahwa ada sekelompok pejuang yang tak nampak di permukaan sama sekali. Bahkan tak satupun pujianĀ atau ucapan terima kasih. Padahal, saya yakin, merekalah yang paling berjasa terhadap suksesnya Aksi Bela Islam 212 kemarin.

Siapa mereka?

Merekalah pejuang-pejuang dunia maya. Pegiat sosial media yang rela meninggalkan jualannya, meninggalkan kenarsisannya, meninggalkan status-status alay-nya hanya agar info Aksi Bela Islam ini bisa tersebar luas di seluruh penjuru negeri.

Bahkan perjuangan mereka bukan hanya ketika acara saja, melainkan jauh sebelum acara. Kalau saya amati malah sebelum aksi 411 mereka sudah bergerak. Pasca 411 gerakannya makin massif dan terus mengawal proses hukum penista agama. Dan saya yakin hingga penista itu dipenjara nanti, mereka akan tetap berdiri di sana menyuarakan kebenaran-kebeneran.

Pasukan Inti dan Pasukan Perintis

Jika dalam peperangan ada setidaknya 2 kelompok pasukan yaitu pasukan inti dan perintis, maka saya lihat di sinipun ada. Ada pasukan yang memang mengabdikan diri untuk ini. Anda bahkan tidak tahu siapa nama aslinya hehehe… Benar-benar under cover. Berjuang tanpa bayaran dan tanpa dikenal. Tapi merekalah sumber resource utama bagi pasukan inti dunia maya.

Dari data-data yang mereka dapatkan, pasukan inti bergerak secara massif dan kemudian seperti bola salju diikuti oleh pegiat dunia maya lainnya.

Walaupun mungkin tidak yang menghargai perjuangan kalian, bahkan ucapan terima kasih sekalipun, saya Lutvi Avandi, mengucapkan Jazakallah Khoiron Jazza. Salut terhadap keikhlasan, kegigihan dan keuletan antum semua. Maaf, saya cuma bisa jadi penggembira saja, belum mampu sehebat kalian dalam berjuang.

Sebagai bonus, buat anda yang terlewat menyaksikan aksi bela Islam kemarin, silahkan simak video ini:

Published by

Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia