Belajar Saham: Risk Management

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang money management dalam berbisnis saham. Setelah kita paham bagaimana melakukan pengelolaan keuangan, maka selanjutnya adalah kita perlu tahu bagaimana mengelola resiko agar apabila terjadi kerugian, dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap kelangsungan bisnis kita.

Pada artikel sebelumnya dijelaskan bahwa kita harus membuat alokasi kerugian dan pada contoh sebelumnya kita tentukan bahwa alokasi kerugian yang siap kita hadapi adalah 10% dari modal di awal bulan.

Hal penting dalam pengelolaan resiko atau risk management adalah melakukan diversifikasi (memecah modal dalam beberapa tempat). Maka, sebagus apapun saham yang kita incar, jangan seluruh modal dimasukkan di sana. Kita perlu melakukan pembagian resiko.

Anggap aja, dalam satu waktu kita mampu memantau 5 saham. Maka tahap pertama adalah membagi resikonya menjadi 5. Sehingga tiap saham saham kita bebani resiko masing-masing 2% dri modal awal bulan.

Jika modal awal bulan adalah 10 juta dan resiko yang siap dihadapi adalah 10% atau 1 juta, maka jika dibagi 5 berarti tiap saham masing2 menanggung resiko 200rb.

Tinggal membagi aja deh. Misal saham ABCD hari itu harganya 1000. Lalu kita pasang cutloss (jual paksa) jika turun 3% atau 970. Maka jumlah Lot yg boleh dibeli pada transaksi ini adalah

= resiko / (harga-cutloss)
= 200.000 / (1.000 – 970)
= 200.000 / 30
= 6.666 lembar atau 66 Lot

Jadi, maksimal kita hanya boleh beli saham ABCD sebanyak 66 Lot saja.

Bagaimana bila secara fundamental dan secara Teknikal menunjukkan positif uptren sehingga anda ingin beli lebih banyak?

Maka tinggal dihitung berapa jatah slot yg sudah terpakai. Pada contoh ini, anda baru pakai untuk beli saham ABCD sehingga masih ada sisa 4 slot lagi.

Jika misalnya anda mau ambil 2 slot untuk beli saham DEFG seharga 1.500/lembar dengan stoploss 1.455, maka tinggal hitung aja

= resiko / (harga – stoploss)
= 400.000 / (1.500 – 1.455)
= 400.000 / 45
= 8.888 lembar atau 88 Lot

Sampai sini, jatah resiko anda sudah terpakai 3 slot. Tinggal 2 slot lagi silahkan dipergunakan.

Dengan cara ini, walaupun terjadi resiko terburuk misalnya semua saham turun 3%, maka anda hanya akan kehilangan maksimal 10% modal saja. Namun hal itu akan sangat jarang terjadi.

Biasanya, hanya beberapa saham saja yg menunjukkan kinerja tidak sesuai prediksi sedangkan saham yang lain tumbuh. Dan boleh jadi, tumbuhnya melebihi kerugian anda. Karena anda membatasi kerugian tapi membiarkan keuntungan terbang setinggi mungkin


Untuk belajar saham lebih detil dan lengkap silahkan bergabung di grup telegram @SariKelapa atau mengikuti e-Class di http://eclass.syariahsaham.com/