Belajar Saham: Apa itu Moving Average (MA)?

Moving Average (MA) adalah harga rata-rata saham dalam kurun waktu tertentu.  Ini adalah indicator yang paling banyak digunakan oleh para pebisnis saham. Karena indikator ini terbukti paling ampuh untuk memprediksi pergerakan harga dalam berbagai macam kondisi.

Untuk memudahkan memahami, mari kita bayangkan anak sekolah. Dalam 10 kali test, nilai yang dia dapat adalah 5,6,4,5,5,6,5,4,4,6. atau jika dirata-rata adalah 5. Jika suatu ketika ada test lagi, berapakah perkiraan nilai yang akan dia peroleh? Boleh jadi 4,5 atau 6 kan? Walaupun belum test, kita bisa memprediksi perkiraan nilainya. 

Bagaimana jika ternyata hasil testnya 10 atau malah 0?

Kita akan langsung menganggap itu sebagai ketidakwajaran dan kita mulai mencari tahu kenapa kok tiba2 nilainya bisa melonjak atau kenapa kok nilainya tiba2 anjlok? Mungkin karena soalnya terlalu mudah atau karena dia mengubah cara belajarnya sehingga efektif atau malah jangan2 nyontek?

Dalam bisnis juga sama. Yang paling mudah diprediksi adalah Bulan Ramadhan. Saat bulan Ramadhan, bahkan 1 bulan sebelum Ramadhan, kita disuguhi iklan Busana Muslim, Sirup dan Biskuit. Ingat?

Kenapa kok iklan2 itu hanya aktif ketika mendekati Ramadhan saja? Oh ternyata pengalaman dari tahun2 sebelumnya rata2 ketika Ramadhan, orang banyak beli busana muslim, minuman dan makanan ringan.

Mungkin ndak suatu ketika pas Ramadhan gitu tiba2 sepiiii.. ndak ada yg beli minuman dan makanan ringan. Mungkin saja, tapi tidak wajar dan biasanya kita bisa tahu ada peristiwa apa sehingga tiba2 orang enggan beli barang2 itu.

Inilah yang kemudian dipakai juga dalam Saham. Kita mengenal istilah Moving Average (MA). Ada MA5, MA10, MA20, MA50, MA200, dll. Angka di belakang MA menunjukkan jumlah hari kerjanya.

Misalnya MA200 adalah harga rata2 harga saham selama 200 hari. MA20 berarti rata2 20 hari dan MA50 berarti rata2 50 hari. dan seterusnya.

Misalnya kita mau coba cari MA3 atau nilai rata2 dalam 3 hari. Diketahui harga saham selama 3 hari terakhir adalah sebagai berikut:

  1. 1200
  2. 1230
  3. 1245

Maka MA3-nya adalah: (1200+1230+1245)/3 = 1225

Untuk yang MA200 ya berarti nilai selama 200 hari terakhir dibagi 200.

Ada 4 macam MA yang sering dipakai yaitu:

  1. MA5 : mewakili 1 pekan atau 5 hari kerja
  2. MA20 : mewakili 1 bulan atau 20 hari kerja
  3. MA50 : mewakili 3 bulan atau 50 hari kerja
  4. MA200 : mewakili 1 tahun atau 200 hari kerja

Cara Menggunakan Moving Average

Biasanya, para trader menggunakan MA20 dan MA50 untuk memutuskan kapan saatnya beli dan kapan saatnya jual dan menggunakan MA200 sebagai konfirmasi. Ok, mari coba kita lihat chart

Bisa anda lihat di pojok kiri atas gambar keterangan garisnya. Garis orange adalah MA20, garis biru MA50 dan garis ungu MA200.

Kita akan membeli ketika garis MA20 memotong garis MA50 lewat bawah. Bisa anda lihat tulisan BELI paling kiri pada gambar. Ternyata, market berkata lain sehingga MA20 kemudian balik memotong MA50 dari atas. Itu adalah tanda agar kita menjual.

Pada sesi ini, boleh dibilang kita rugi tipis ya. Kalau lihat harganya, kita beli di 630 dan menjualnya di 600. Rugi 30 point atau 4.76%.

Lanjut hingga akhirnya kita temukan sinyal beli lagi. Kita beli di harga 538. Ternyata kali ini MA20 terus naik dan hargapun naik terus hingga menyentuh batas MA200 atau biasa disebut resisten. Setelah itu mantul. Pada titik ini, sebenarnya anda bisa memasang Trailing Stop untuk menjaga profit.

Ketika harga sudah naik lebih dari 10%, anda perlu pasang trailing stop atau auto buy di profit 5% (5% dibawah harga penutupan). Dan ternyata harga masih naik hingga mencapai penutupan 675 dan sudah profit 137 atau 25.46%. Saat ini, kita harus naikkan trailing stop ke 20% untuk jaga2 jika harga ternyata turun.

Eh besoknya harga masih naik ke 685 sehingga profit kita menjadi 147 atau 27.32%. Kita naikkan lagi trailing stopnya di 22%. Sehingga jika besok harga turun sampai 656 atau 22% profit, maka kita akan jual. Dan ternyata benar, esok harinya harga turun sampai 640 dan kita sudah menjual saham kita dengan harga 656 atau profit 22%. Alhamdulillah 🙂

Dari dua transaksi ini saja kita sudah profit 22% – 4.76% = 17.24%
Transaksi awal di 20 Januari 2017 dan berakhir di 15 Mei 2017. Sekitar 4 bulanlah. Masih sangat bagus kan? 🙂

Padahal IHSG tanggal 20 Januari adalah 5254 dan di 15 Mei adalah 5688 sehingga kenaikan IHSG hanya 434 point atau 8.26% saja. Mantaap bukan?

InsyaaLlah dalam waktu dekat saya akan meluncurkan sebuah ebook tentang saham dan akan dibagikan secara gratis untuk mereka yang ingin belajar saham. Cara mendapatkannya, silahkan bergabung di channel telegram saya @SahamBEJO