Belajar Hidroponik dari Dasar

Hidroponik adalah system bercocok tanam yang menggunakan hidro atau air sebagai medianya sehingga tidak lagi memerlukan tanah sebagai media tanam. Prinsip hidroponik adalah bagaimana menyalurkan nutrisi ke makanan dengan media air.

Saya sendiri mulai kemarin lusa sudah coba-coba baca beberapa artikel juga menonton video-video tentang hidroponik. Dan kemarin sudah langsung action mulai menyemai benih. Alhamdulillah, hari ini sudah muncul bakal tunasnya. Masih sangat mungil sekali.

Benih Sawi umur 1 hari setelah penyemaian
Benih Sawi umur 1 hari setelah penyemaian

Bagi anda mungkin ini lebay ya. Tapi bagi saya yang baru belajar hidroponik, ini sudah luar biasa. Tanaman yang katanya tidak mampu berpikir itu, bisa tahu kapan dia harus tumbuh dan kapan dia harus tetap bertahan sebagai benih.

Saya sendiri tidak tahu persis kapan benih ini masuk kantong dan dijual di toko, saya yakin bukan kemarin, bukan lusa bahkan boleh jadi pekan lalu dia sudah ada di dalam kantong. Tapi lihatlah, tak ada satupun benih yang tumbuh di dalam kantong.

Benih dan Nutrisi siap pakai
Benih dan Nutrisi siap pakai

Begitu dia dikeluarkan dan diletakkan di media tanam hanya dalam waktu sehari saja sudah mulai tumbuh. Subhanallah… sungguh sempurna ciptaan Allah kan?

Cara Menanam Hidroponik

Saya belajar bahwa ternyata ada begitu banyak metode hidroponik. Tentunya masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa saja kah itu? Cekidot

macam-metode-hidroponik

Hidroponik dg Wick System

Wick system merupakan teknik yang paling sederhana dan populer digunakan oleh para pemula. Sistem ini termasuk pasif dan nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Wick sistem hidroponik bekerja dengan baik untuk tanaman dan tumbuhan kecil. Sistem hidroponik ini tidak bekerja dengan baik untuk tanaman yang membutuhkan banyak air. Nah, dalam percobaan pertama ini, saya menggunakan system Wick ini hehehe…

Hidroponik dg Ebb & Flow System

Sebuah media tumbuh ditempatkan di dalam sebuah wadah yang kemudian diisi oleh larutan nutrisi. Kemudian nutrisi dikembalikan ke dalam penampungan, dan begitu seterusnya. Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer. Pastikan Anda menggunakan wadah yang cukup besar dan atur jarak antar tanaman agar pertumbuhan tanaman tidak saling mengganggu.

NFT (Nutrient Film Technique) System

Sistem ini merupakan cara yang paling populer dalam istilah hidroponik. Konsepnya sederhana dengan menempatkan tanaman dalam sebuah wadah atau tabung dimana akarnya dibiarkan menggantung dalam larutan nutrisi. Sistem ini dapat terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air sehingga tidak memerlukan timer untuk pompanya. NFT cocok diterapkan pada jenis tanaman berdaun seperti selada. InsyaaLlah target saya berikutnya adalah membangun system ini. Karena nggak terlalu ribet nampaknya dibandingkan system yang lain.

Aeroponic System

Kecanggihan sistem ini memungkinkan Anda memperoleh hasil yang baik dan tercepat dibandingkan sistem hidroponik lainnya. Hal ini disebabkan oleh larutan nutrisi yang diberikan berbentuk kabut langsung masuk ke akar, sehingga tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang banyak mengandung oksigen.

Drip System

Selain wick system, sistem tetes (drip system) merupakan cara yang populer yang digunakan dalam berkebun hidroponik. Sistem ini menggunakan timer mengontrol pompa, sehingga pada saat pompa dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman.

Water Culture System

Dalam sistem hidroponik ini, akar tanaman yang tersuspensi dalam air yang kaya nutrisi dan udara diberikan langsung ke akar. Tanaman dapat ditempatkan di rakit dan mengapung di air nutrisi juga. Dengan sistem hidroponik ini, akar tanaman terendam dalam air dan udara diberikan kepada akar tanaman melalui pompa akuarium dan diffuser udara. Semakin gelembung yang lebih baik, tanaman akar akan tumbuh dengan cepat untuk mengambil air nutrisi.

Apakah anda mau belajar juga seperti saya? Monggo.. ikuti terus perkembangan belajar Hidroponik saya di blog ini ya. Ini juga sengaja saya sok-sokan ngajarin padahal masih belajar juga. Harapannya moga bisa dinilai sedekah ilmu dan akhirnya dapat ilmu yang lebih besar dan lebih banyak lagi. Aamiin.

Published by

Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia

2 thoughts on “Belajar Hidroponik dari Dasar”

  1. Jadi pingin ikutan belajar Hidroponik.
    Pernah nih pingin nanem lombok jenis Rainbow tapi blm kesampaian, pas mau pesen bibitnya eh… kehabisan. sampai skr blm keturutan.
    maaf, bagi juga mas cara dapetin bibit plus tips2 nya. jadi ngrepotin ya… hehe…

Comments are closed.