Bagaimana Persiapan Ramadhanmu?

21 hari

InsyaaLlah, 21 hari lagi kita akan kedatangan tamu tahunan yang membawa kita kepada rahmat Allah, ampunan Allah dan pembebasan dari siksa api neraka. Tidak salah lagi, dialah Ramadhan. Bulan penuh kemulyaan yang senantiasa ditunggu-tunggu kedatangannya oleh Rasulullah dan para sahabat.

Meski tiap tahun datang, kita tak pernah tahu apakah kita akan berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. Bahkan waktu 21 hari adalah waktu yang sangat cukup untuk memisahkan kita dari Ramadhan. Betapa banyaknya umat Islam yang meninggal hanya sehari menjelang Ramadhan. Kita tak pernah tahu kapan datangnya maut, tapi kita bisa melakukan persiapan maksimal sebelum maut menjemput.

Waktu 21 hari mustinya juga sudah harus kita manfaatkan dengan baik. Yang mau iktikaf di 10 hari terakhir misalnya, musti menyiapkan finansial yang cukup karena selama 10 hari kita tidak bekerja. Kita juga perlu menyiapkan anak-anak menyambut datangnya bulan suci dengan memberi mereka kegembiraan.

Saya ingat dulu waktu kecil, ibu selalu menyiapkan menu buka puasa istimewa setiap hari. Bukan makanan mahal sih, tapi memang jarang dibuat di bulan lain. es Kolak, es Garbis, es campur, es degan, dll. Saya yg waktu itu masih anak-anak langsung menghubungkan antara puasa dengan makan enak. Apalagi setelah puasa, minuman2 itu berasa makin segar dan nikmat. Akhirnya otak sayapun terbentuk bahwa Ramadhan = buka puasa nikmat. Ya walaupun untuk mencapai kenikmatan itu saya harus bangun malam untuk sahur, harus nahan lapar sampai maghrib hingga akhirnya dapat deh menu buka puasa yang nikmaaat..

Nah, bagaimana persiapan anda? Bagaimana anda menyiapkan diri dan keluarga menghadapi datangnya bulan Ramadhan.

Jangan sampai kita kalah dengan produsen sarung dan sirup yang sudah sejak bulan kemarin gencar berpromosi. Jangan mau kalah dengan para pengusaha garmen yang sibuk ngebut memperbanyak stok menyambut datangnya bulan suci. Kita harus ikut sibuk menyiapkan diri, menyiapkan fisik agar ketika Ramadhan tiba, kita bisa memanfaatkan dengan semaksimal mungkin.

Yuukk… kita sama-sama mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci. Moga Ramadhan tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin. Aamiin

Published by

Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia