Bagaimana Manusia Menghadapi Masalah

Hari Sabtu kemarin, halaqoh saya mengadakan mabit di rumah salah seorang ikhwah. Rumah yang cukup besar dan nyaman sehingga sayapun tidak melakukan persiapan banyak sebagaimana persiapan ketika mabit di masjid.

Acara berlangsung seperti biasa, tilawah lalu diisi materi oleh salah seorang ustadz. Tapi yang akan saya ceritakan kali ini justru sebuah cerita yang sebenarnya tidak ada yang bercerita tapi saya merenungi hikmahnya yang mungkin bisa jadi petunjuk bagi kita semua.

Ini adalah kisah tentang nyamuk

Jadi, walaupun rumahnya besar, tapi karena tidak ada jaring anti nyamuknya, sehingga nyamuk2 dari luar memasuki ruangan dan berpesta pora menghisap darah kami.

Ada 6 ikhwah yang menginap waktu itu, salah satunya adalah saya. Ternyata, dalam 1 ruangan yang sama dengan serbuan nyamuk yang sama, saya melihat ada perbedaan penyikapan.

Pak Edi menyikapinya dengan pasrah. Beliau bilang, saya ndak ngelawan saya bilang silahkan kalau mau darah saya. Lalu sepanjang malam itu saya melihat beliau tidur seperti tanpa gangguan sama sekali. Pulas sekali padahal beliau tidak berusaha menutup lengan dan mukanya.

Dua orang ikhwah juga tidur, berusaha menutup tubuhnya dengan jaket tapi tetap tak dapat tidur pulas. Sempat terbangun beberapa kali di malam hari dan bisa tidur kembali.

Dua ikhwah lagi tidur pulas tapi sesekali menggerakkan tubuh sekedarnya untuk mengusir nyamuk. Tak sampai terbangun, jadi hanya sekedar refleks tubuh saja.

Sementara saya, saya begitu sibuknya berburu nyamuk. Hingga dapat cukup banyak hehehe.. Anda bisa lihat foto di atas. Itu saya ambil pukul 00.30. Padahal ketika mendengarkan ceramah, saya mendapatkan jumlah yang hampir sama.

Saya baru tidur sekitar pukul 02.00. Sama sekali tidak tidur. Walaupun saya begitu asyik berburu, ada yang saya herankan yaitu, nyamuk-nyamuk yang menyerbu saya itu rata2 kurus. Artinya nyamuk2 itu baru datang dan belum menggigit rekan2 saya. Ada 2 yg gemuk sih, tapi kebanyakan masih kurus2

Padahal rekan2 saya tidak sebanyak itu lho nyamuk yg menggigit. Paling mentok ya 10 ekoran. Lha saya nggak kemana2 didatangi begitu banyaknya nyamuk. Seolah kami semua sudah dapat jatah nyamuk masing2. Ketika nyamuk2 itu belum sempat menghisap darah saya tapi keburu saya bunuh, datanglah nyamuk lain untuk menggantikan. Begitu terus sampai banyak.

Lalu tadi pagi saya berpikir. Jangan2 seperti itu ya masalah yang hadir dalam hidup. Ketika kita pasrah seperti pak Edi, maka masalah memang datang dan hadir, tapi tidak mengganggu dan hidup bisa nyaman.

Sementara ada yg sesekali menghadapi masalah dan sesekali pasrah, hidupnya juga lebih nyaman walau terkadang mungkin stress juga.

Nah, saya yang terlalu fokus pada masalah, justru didatangi masalah terus. Hingga sayapun tak dapat tidur sama sekali bahkan tak merasa ngantuk sama sekali. Ketika tak ada masalah, saya justru cari masalah. Tengok kanan kiri, curiga dan mempersiapkan segalanya.

Entah apakah pelajaran ini benar atau tidak menurut anda, tapi menurut saya ini adalah ilmu yang luar biasa dari Allah. Bagaimana orang yang ikhlas menghadapi masalah, maka tak terlalu banyak masalah yg hadir. Bahkan masalah yg hadirpun tidak terlalu mengganggu hidupnya. Seperti pak Edi, yang bisa tidur pulas di ruangan yang mudah dimasuki nyamuk. Wallahu A’lam