Awas Rugi Dobel!

Bekerja dan berusaha atau bahasa kerennya ikhtiar adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap manusia untuk mendapatkan rejeki dari Allah. Bahkan seekor burung dalam sangkarpun melakukan ikhtiar dengan bulunya yg indah atau suaranya yang merdu agar tetap mendapatkan makanan.

Namun, rejeki itu sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah swt sesuai dengan kebutuhan kita. Ambillah semua teori soal rejeki. Mulai teori The Secret, Miracle of Sedekah, Miracle of Dhuha, dll, ujung2-nya tetap saja rejeki sudah ada yang mengatur.

Kita dengan mudah bisa menyalahkan orang ketika sudah mempraktekkan ilmu sedekah kok rejekinya tetep seret saja. Seolah kita lupa bahwa ternyata rejeki itu sudah ada takarannya, sudah ada grand desainnya dan itu PASTI sudah sesuai dengan kebutuhan kita.

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana jika kita termasuk golongan orang2 yang rejekinya (baca: hartanya) seret? Rumah ngontrak, motor butut, baju setahun beli 1, penghasilan cuma cukup untuk makan dan bensin.

Padahal kalau coba dilihat lebih dalam, ternyata mereka yg tak banyak harta, punya banyak waktu dan kesempatan. Mereka juga tidak ada penghalang bernama gengsi untuk menolong tetangganya.

Lihat saja di perkampungan2 yang tingkat ekonominya menengah ke bawah. Rata-rata masyarakatnya guyup rukun. Gampang ngumpul, kerja bakti rame, ada acara kampung rame, ada yg kesulitan banyak yg bantu.

Bandingkan dengan perumahan2 elit, yang rumahnya gede-gede, mewah, magrong2 kata orang jawa. Perumahannya kayak kuburan. Sepiiii…. sunyiii… hanya sesekali satpam lewat dengan angkuhnya. Mencurigai setiap sosok yg berhenti di depan rumah. Sangat tidak ramah…

Menurut saya, punya banyak waktu adalah harta yang paling berharga. Orang2 kaya rela mengeluarkan banyak uang demi membeli waktu. Maka apabila kita termasuk yang tak punya banyak harta, manfaatkanlah waktu ini dengan sebaik-baiknya.

Saya teringat dengan sebuah kisah di jaman Rasulullah Muhammad saw

Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu,

?????? ?????? ?????????? ???????????? ?????????? ????? ???????? ???????????? ????? ??????? ???????????????? ????????? ?????????????

Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” (HR. Muslim)

Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan kepada mereka ada jalan lain untuk mendapatkan pahala sedekah,

???? ?????? ???? ?????? ??????? ?????? ??? ????????????? ????? ??????? ??????????? ???????? ??????? ??????????? ???????? ??????? ??????????? ???????? ??????? ??????????? ???????? ???????? ?????????????? ???????? ???????? ???? ???????? ???????? ????? ?????? ?????????? ????????

Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih (suhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Al-hamdulillah) adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah“. (HR. Muslim)

Orang2 kaya seringkali kehabisan waktu mengurus berbagai urusan dunianya. Mereka mungkin bersedekah lebih banyak, bisa berhaji dan umrah lebih sering, tapi waktu mereka tidaklah banyak.

Maka bila kita tak termasuk orang kaya yang punya banyak urusan. Sibukkanlah diri dengan dzikir, tilawah dan menjalankan ibadah pada Allah. Aktiflah dalam berbagai kegiatan umat. Datangi majelis2 ilmu, karena di sana hadir ribuan malaikat yang mendoakan kita.

Jangan sampai kita rugi dua kali. Di dunia harta tak punya. Diakherat amalanpun tiada. Kasiaan…

Published by

Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia