Asyiknya Nyicil Saham


Ketika anda melakukan analisa saham dan kemudian menemukan saham yang menurut anda bagus, apa yang anda lakukan? Langsung membeli menggunakan jatah belanja saham anda ataukah mencicil dulu? Saya terus terang biasanya pilih yang pertama hehehe… Dan baru nyadar sekarang bahwa lebih aman dengan cara mencicil wkwkwk… Kayak gimana tuh caranya?

Ok, kita balik ke pembahasan risk management. Di sana dikatakan bahwa kita perlu melakukan diversifikasi atau membagi portofolio dlm beberapa saham. Katakanlah kita hanya akan pegang maksimal 5 saja. Sehingga dengan uang modal 10 juta, kita akan bagi masing2 saham mendapat jatah 2 juta saja.

Biasanya kalau saya nemu saham bagus, saya akan langsung taruh jatah 2 juta ini ke saham tersebut. Alhamdulillah.. pakai cara ini saya sudah loss sampai hampir 10% dari modal saya wkwkwk.. Kalau naik sih enak, tapi kalau kebanyakan turun, akhirnya cutloss berkali-kali dan cukup mempengaruhi portofolio hahaha…

Mulai Mencicil Saham

Maka mari mulai dengan strategi mencicil. Jadi, jatah uang 2 juta itu kita bagi lagi menjadi 3-4 bagian. Anggap aja 4 ya biar gampang ngitungnya. Jadi per bagian masing2 500 ribu.

Setelah analisa matang dan ketemu saham bagus, kita beli 500ribu saja. Sisanya disimpan. Jadi kalau ada 5 saham bagus, maka masing2 hanya 500rb saja. Jika harganya naik, kita tunggu sampai dia koreksi dan mantul, baru kita tambah 500rb lagi.

Naik lagi, koreksi lalu mantul, kita tambah lagi. Begitu seterusnya hingga trennya berakhir. Itu skenario kalau langsung naik.

Kalau langsung turun atau naik bentar lalu turun bagaimana? Kita kembali ke system cutloss dan trailing stop, misalnya 5%. Kalau turun sampai 5% kita jual saja sehingga kerugian hanya 5% x 500rb = 25ribu saja.

Bayangkan jika kita langsung taruh 2 juta, maka ketika rugi 5%, loss kita adalah 5% x 2 juta = 100.000 (4x lipat).

Demikian juga jika sahamnya naik sampai 10%, kita pasang trailing stop misalnya di profit 5%. Sehingga jika sahamnya turun maka kita akan jual ketika penurunannya sampai di titik 5%. Masih untung 5% bukan?

Bagaimana jika ternyata trennya tidak lama?

Ya gak masalah toh. Justru aman. Misalnya belum nyampe naik 10% udah balik turun hingga ke titik semula bahkan turun terus sampai 5% dari harga ketika kita beli, maka selamat, kerugian anda jadinya tidak terlalu besar.

Cara ini sekaligus menjadikan porto kita hanya berisi saham2 yang untung besar doang. Karena butuh uptrend panjang agar saham itu bertahan di portofolio kita. Kalau yang trennya cuma beberapa hari saja akan langsung kena eliminasi bahkan sebelum jatah untuk saham itu habis.